Pengaruh Warna Botol dan Penambahan VCO (Virgin Coconut Oil) pada Umpan Fruitfly Trapper Berbasis Minyak Selasih Ungu (Ocimum canum, Sims)
Abstract
Pestisida merupakan zat senyawa kimia (zat pengatur tumbuh dan perangsang tumbuh), organisme renik, virus dan zat lain-lain yang digunakan untuk melakukan perlindungan tanaman atau bagian tanaman. Ketergantungan petani terhadap pestisida masih tinggi dan akibatnya muncul beberapa dampak negatif, di antaranya terjadinya pencemaran lingkungan yang mengakibatkan terganggunya keseimbangan ekosistem, terbunuhnya musuh alami dan serangga bukan sasaran. Indonesia merupakan penghasil minyak atsiri tersohor di dunia. Minyak dari daun selasih ungu salah satu contohnya. Ekstrak daun selasih (Ocimum santum) diindikasi mengandung senyawa metil eugenol. Metil eugenol adalah suatu senyawa yang dikenal sebagai semio chemicals. Semio chemical dapat mempengaruhi tingkah laku hewan serangga, seperti perilaku mencari makanan, meletakkan telur, hubungan seksual dan lainnya, salah satu bahan semio cemical adalah metil eugenol (C11H12O8) yang merupakan atraktan lalat buah yang dapat merangsang olfactory (alat sensor) serangga. Penambahan minyak kelapa murni atau lebih dikenal dengan VCO dengan metil eugenol dari selasih ungu dan variasi warna botol FFT (fruitflytrapper) dapat mempengaruhi dari keefektifan sebagai atraktan lalat buah dibanding hanya dengan menggunakan metil eugenol yang didapat dari tanaman selasih ungu.
Collections
- Chemistry [741]
