Show simple item record

dc.contributor.authorFikirahma, Husna Nuraini
dc.date.accessioned2026-05-23T04:50:10Z
dc.date.available2026-05-23T04:50:10Z
dc.date.issued2025
dc.identifier.uridspace.uii.ac.id/123456789/62932
dc.description.abstractLatar Belakang: Kanker kolorektal (CRC) merupakan penyebab kematian kedua di dunia, dengan prognosis yang sangat bergantung pada stadium saat diagnosis. Metode skrining konvensional seperti kolonoskopi dan uji imunokimia tinja (FIT) memiliki keterbatasan invasifitas, akseptabilitas, dan akurasi. Biomarker epigenetik berbasis metilasi DNA, khususnya gen SDC2 (Syndecan-2), menawarkan alternatif non-invasif melalui liquid biopsy (sampel feses/darah). Tujuan: Mengkaji kinerja diagnostik metilasi DNA gen SDC2 sebagai biomarker tunggal atau dalam panel untuk deteksi dini kanker kolorektal. Metode: Dilakukan tinjauan pelingkup (scoping review) berdasarkan pedoman PRISMA-ScR. Pencarian artikel dilakukan pada database PubMed, SpringerLink, ScienceDirect, Google Scholar, EBSCO, dan Scopus menggunakan kata kunci terkait, dengan rentang publikasi 2015-2025. Kriteria inklusi meliputi studi observasional atau eksperimental pada manusia yang melaporkan sensitivitas dan spesifisitas metilasi SDC2 untuk deteksi CRC stadium dini (0-II) atau adenoma lanjut. Hasil: Dari 263 artikel yang teridentifikasi, tujuh artikel memenuhi kriteria inklusi. Sebagian besar penelitian (71%) berasal dari China dan Korea Selatan, dengan desain case-control yang dominan. Sebagai biomarker tunggal pada sampel feses, metilasi SDC2 menunjukkan kinerja diagnostik yang sangat baik untuk CRC: sensitivitas 74,8–90,2%, spesifisitas 90,2–99%, dan AUC 0,866–0,933. Kinerja tetap kuat untuk CRC stadium awal (I-II). Namun, sensitivitas untuk mendeteksi adenoma lanjut lebih rendah (31,6–66,7%). Kombinasi SDC2 dengan biomarker metilasi lain (seperti SFRP2, NDRG4) atau dengan FIT secara signifikan meningkatkan performa, terutama untuk adenoma (sensitivitas meningkat hingga 82,4%). Kinerja pada sampel darah (plasma) cenderung lebih rendah dibandingkan sampel feses. Kesimpulan: Metilasi DNA gen SDC2 dalam sampel feses merupakan biomarker non-invasif yang sangat akurat dan spesifik untuk deteksi dini kanker kolorektal, bahkan pada stadium awal. Kinerjanya dapat dioptimalkan dengan strategi kombinasi panel biomarker. Temuan ini mendukung potensi SDC2 sebagai dasar pengembangan tes skrining CRC yang terjangkau dan dapat diterima, terutama di negara berkembang seperti Indonesia. Diperlukan studi validasi lebih lanjut pada populasi yang beragam serta kajian ekonomi kesehatan untuk implementasi klinis.en_US
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectBiomarkeren_US
dc.subjectDeteksi Dinien_US
dc.subjectKanker Kolorektalen_US
dc.subjectMetilasi DNAen_US
dc.subjectSDC2en_US
dc.subjectLiquid Biopsyen_US
dc.titleKinerja Diagnostik Metilasi DNA Gen SDC2 untuk Deteksi Dini Kanker Kolorektal: A Scoping Reviewen_US
dc.typeThesisen_US
dc.Identifier.NIM22711098


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record