Kinerja Diagnostik Metilasi DNA Gen SDC2 untuk Deteksi Dini Kanker Kolorektal: A Scoping Review
Abstract
Latar Belakang: Kanker kolorektal (CRC) merupakan penyebab kematian kedua
di dunia, dengan prognosis yang sangat bergantung pada stadium saat diagnosis.
Metode skrining konvensional seperti kolonoskopi dan uji imunokimia tinja (FIT)
memiliki keterbatasan invasifitas, akseptabilitas, dan akurasi. Biomarker
epigenetik berbasis metilasi DNA, khususnya gen SDC2 (Syndecan-2),
menawarkan alternatif non-invasif melalui liquid biopsy (sampel feses/darah).
Tujuan: Mengkaji kinerja diagnostik metilasi DNA gen SDC2 sebagai biomarker
tunggal atau dalam panel untuk deteksi dini kanker kolorektal.
Metode: Dilakukan tinjauan pelingkup (scoping review) berdasarkan pedoman
PRISMA-ScR. Pencarian artikel dilakukan pada database PubMed, SpringerLink,
ScienceDirect, Google Scholar, EBSCO, dan Scopus menggunakan kata kunci
terkait, dengan rentang publikasi 2015-2025. Kriteria inklusi meliputi studi
observasional atau eksperimental pada manusia yang melaporkan sensitivitas dan
spesifisitas metilasi SDC2 untuk deteksi CRC stadium dini (0-II) atau adenoma
lanjut.
Hasil: Dari 263 artikel yang teridentifikasi, tujuh artikel memenuhi kriteria inklusi.
Sebagian besar penelitian (71%) berasal dari China dan Korea Selatan, dengan
desain case-control yang dominan. Sebagai biomarker tunggal pada sampel
feses, metilasi SDC2 menunjukkan kinerja diagnostik yang sangat baik untuk
CRC: sensitivitas 74,8–90,2%, spesifisitas 90,2–99%, dan AUC 0,866–0,933.
Kinerja tetap kuat untuk CRC stadium awal (I-II). Namun, sensitivitas untuk
mendeteksi adenoma lanjut lebih rendah (31,6–66,7%). Kombinasi SDC2 dengan
biomarker metilasi lain (seperti SFRP2, NDRG4) atau dengan FIT secara
signifikan meningkatkan performa, terutama untuk adenoma (sensitivitas
meningkat hingga 82,4%). Kinerja pada sampel darah (plasma) cenderung lebih
rendah dibandingkan sampel feses.
Kesimpulan: Metilasi DNA gen SDC2 dalam sampel feses merupakan biomarker
non-invasif yang sangat akurat dan spesifik untuk deteksi dini kanker kolorektal,
bahkan pada stadium awal. Kinerjanya dapat dioptimalkan dengan strategi
kombinasi panel biomarker. Temuan ini mendukung potensi SDC2 sebagai dasar
pengembangan tes skrining CRC yang terjangkau dan dapat diterima, terutama di
negara berkembang seperti Indonesia. Diperlukan studi validasi lebih lanjut pada
populasi yang beragam serta kajian ekonomi kesehatan untuk implementasi klinis.
Collections
- Medical Education [2922]
