Show simple item record

dc.contributor.authorZahro, Fadhlina
dc.date.accessioned2026-05-23T03:57:08Z
dc.date.available2026-05-23T03:57:08Z
dc.date.issued2026
dc.identifier.uridspace.uii.ac.id/123456789/62917
dc.description.abstractFenomena krisis etika seksualitas remaja di era digital merupakan persoalan global yang turut dirasakan dalam konteks lokal masyarakat Muslim Indonesia. Akses media digital yang nyaris tanpa batas, pergeseran nilai budaya, serta lemahnya komunikasi seksual dalam keluarga menempatkan remaja pada kondisi rentan terhadap perilaku seksual berisiko. Penelitian ini berfokus pada upaya membangun etika seksualitas remaja melalui integrasi konsep tarbiyyah jinsiyyah dengan Teori Perkembangan Moral Lawrence Kohlberg, dengan studi kasus di Dusun Klabanan, Ngaglik, Sleman, Yogyakarta. Urgensi penelitian ini terletak pada minimnya kajian yang mengaitkan pendidikan seksual Islami dengan pendekatan psikologi perkembangan moral, khususnya yang menyoroti peran reflektif ibu sebagai agen pendidikan utama dalam keluarga Muslim. Tujuan penelitian ini adalah: (1) mengkaji prinsip-prinsip tarbiyyah jinsiyyah sebagai landasan pembentukan etika seksualitas remaja; (2) menganalisis teori perkembangan moral Lawrence Kohlberg dalam menjelaskan proses internalisasi nilai etika seksual pada remaja; dan (3) mengungkap bentuk serta dinamika integrasi keduanya dalam praktik pendidikan keluarga di Dusun Klabanan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Teknik pengumpulan data meliputi XIX wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, dengan informan utama para ibu Muslim serta remaja sebagai subjek binaan. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan, dengan uji keabsahan data menggunakan triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tarbiyyah jinsiyyah di Dusun Klabanan tidak hanya dipahami secara normatif, tetapi dipraktikkan melalui komunikasi bertahap, pengawasan pergaulan, penanaman rasa malu serta internalisasi nilai halal haram sesuai dengan perkembangan usia anak. Integrasi dengan teori perkembangan moral Kohlberg tampak pada proses internalisasi nilai etika seksual remaja yang umumnya berada pada tahap moral konvensional, di mana kepatuhan terhadap norma agama dan sosial menjadi dasar pengambilan keputusan moral. Penelitian ini menyimpulkan bahwa integrasi tarbiyyah jinsiyyah dan teori perkembangan moral Kohlberg mampu membentuk etika seksualitas remaja secara lebih komprehensif, kontekstual, dan preventif, serta relevan diterapkan dalam keluarga Muslim di era digital.en_US
dc.subjectTarbiyyah Jinsiyyahen_US
dc.subjectRemajaen_US
dc.subjectMoralen_US
dc.subjectKeluargaen_US
dc.titleIntegrasi Tarbiyyah Jinsiyyah dan Teori Perkembangan Moral Lawrence Kohlberg dalam Membangun Etika Seksualitas Remaja di Dusun Klabanan, Ngaglik, Sleman, Yogyakartaen_US
dc.typeThesisen_US
dc.Identifier.NIM23913020


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record