| dc.description.abstract | Fenomena krisis etika seksualitas remaja di era digital merupakan
persoalan global yang turut dirasakan dalam konteks lokal
masyarakat Muslim Indonesia. Akses media digital yang nyaris
tanpa batas, pergeseran nilai budaya, serta lemahnya komunikasi
seksual dalam keluarga menempatkan remaja pada kondisi rentan
terhadap perilaku seksual berisiko. Penelitian ini berfokus pada
upaya membangun etika seksualitas remaja melalui integrasi konsep
tarbiyyah jinsiyyah dengan Teori Perkembangan Moral Lawrence
Kohlberg, dengan studi kasus di Dusun Klabanan, Ngaglik, Sleman,
Yogyakarta. Urgensi penelitian ini terletak pada minimnya kajian
yang mengaitkan pendidikan seksual Islami dengan pendekatan
psikologi perkembangan moral, khususnya yang menyoroti peran
reflektif ibu sebagai agen pendidikan utama dalam keluarga Muslim.
Tujuan penelitian ini adalah: (1) mengkaji prinsip-prinsip tarbiyyah
jinsiyyah sebagai landasan pembentukan etika seksualitas remaja;
(2) menganalisis teori perkembangan moral Lawrence Kohlberg
dalam menjelaskan proses internalisasi nilai etika seksual pada
remaja; dan (3) mengungkap bentuk serta dinamika integrasi
keduanya dalam praktik pendidikan keluarga di Dusun Klabanan.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis
penelitian studi kasus. Teknik pengumpulan data meliputi
XIX
wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, dengan
informan utama para ibu Muslim serta remaja sebagai subjek binaan.
Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi, penyajian, dan
penarikan kesimpulan, dengan uji keabsahan data menggunakan
triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa
tarbiyyah jinsiyyah di Dusun Klabanan tidak hanya dipahami secara
normatif, tetapi dipraktikkan melalui komunikasi bertahap,
pengawasan pergaulan, penanaman rasa malu serta internalisasi nilai
halal haram sesuai dengan perkembangan usia anak. Integrasi
dengan teori perkembangan moral Kohlberg tampak pada proses
internalisasi nilai etika seksual remaja yang umumnya berada pada
tahap moral konvensional, di mana kepatuhan terhadap norma
agama dan sosial menjadi dasar pengambilan keputusan moral.
Penelitian ini menyimpulkan bahwa integrasi tarbiyyah jinsiyyah
dan teori perkembangan moral Kohlberg mampu membentuk etika
seksualitas remaja secara lebih komprehensif, kontekstual, dan
preventif, serta relevan diterapkan dalam keluarga Muslim di era
digital. | en_US |