Model Konseling Islami terhadap Siswa Tunanetra dalam Proses Pembelajaran di Sekolah Inklusi MAN Maguwoharjo Sleman Yogyakarta (Islamic Counseling Model for Blind Student in the Learning Process of MAN Maguwoharjo Sleman Yogyakarta Inclusive School)
Abstract
Dewasa ini, pendidikan non diskriminatif atau pendidikan inklusi sangat disorot oleh dunia. Pendidkan tanpa perbedaan, pendidikan yang tidak membedakan segala aspek pembelajaran antar siswa normal dan siswa difabel. Sekolah inklusi menggabungkan siswa normal dan siswa difabel dalam satu proses pembelajarn. Hal ini terbukti dengan adanya sekolah inklusi yang dibentuk oleh pemerintah. Di sekolah inklusi ini terdapat bimbingan konseling seperti sekolah lainnya. Model konseling yang digunakan oleh konselor juga bermacam-macam. Dalam penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apa penyebab ketunanetraan siswa tunanetra, mengetahui kesulitan yang dihadapi oleh siswa tunanetra dalam proses pembelajaran, dan model konseling yang efektif ketika digunakan konselor dalam membantu siswa tunanetra. Dalam melakukan penelitian yang subjek penelitiannya adalah siswa tunanetra kelas X, dan guru bimbungan konseling di MAN Maguwoharjo, penulis menggunakan teknik purposive sampling. Dalam mengumpulkan data, penulis menggunakan metode observasi, wawancara, yang kemudian data tersebut dianalisisa menggunakan metode Mell Syberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketunanetraan dapat disebabkan adanya kelainan pada mata, kecelakaan dan bawaan lahir, kesulitan siswa tunanetra dalam pembelajaran adalah memahami suatu gambar, dan model konseling yang efektif digunakan oleh konselor adalah Model Konseling Islami.
Collections
- Islamic Education [1232]
