| dc.description.abstract | Latar Belakang: Stroke iskemik merupakan penyebab utama kecacatan dan
kematian di dunia. Terapi trombolitik intravena (IVT) terbukti efektif
meningkatkan luaran fungsional pada pasien stroke iskemik bila diberikan <4,5 jam
sejak onset gejala. Namun demikian, angka pemberian IVT di Indonesia masih
rendah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang
berhubungan dengan pemberian terapi trombolitik serta hubungannya dengan
luaran terapi pasien stroke iskemik akut di RSUD Kabupaten Buleleng. Metode:
Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional retrospektif berdasarkan data
rekam medis pasien stroke iskemik akut yang dirawat di RSUD Kabupaten
Buleleng tahun 2024. Data yang dikumpulkan meliputi faktor sosiodemografi,
klinis dan aksesibilitas yang dianalisis menggunakan regresi logistik binomial dan
Fisher exact test. Hasil: Sebanyak 518 pasien memenuhi kriteria untuk dimasukan
dalam penelitian ini, 119 pasien memenuhi kategori eligible untuk mendapatkan
terapi IVT. Namun demikian, hanya 13 pasien yang menerima IVT, yaitu 2,51%
dari seluruh pasien atau 10,92% dari pasien yang eligible. Analisis regresi logistik
menunjukkan bahwa hasil CT scan merupakan satu-satunya faktor yang
berhubungan signifikan dengan IVT (p=0,007). Wawancara dengan tenaga medis
menunjukkan bahwa prehospital delay (PHD) dan perbedaan clinical judgment
antar Dokter Penanggungjawab Pasien (DPJP) menjadi hambatan utama dalam
pelaksanaan IVT. Analisis Fisher exact test menunjukkan tidak terdapat perbedaan
luaran terapi jangka pendek antara pasien yang mendapatkan dan tidak
mendapatkan IVT (p=0,899). Kesimpulan: Tingkat pemberian IVT untuk pasien
stroke iskemik di RSUD Kabupaten Buleleng masih rendah (2,51%) dan hasil CT
scan menunjukan hubungan dengan pemberian IVT. PHD dan clinical judgment
merupakan faktor lain yang berkontribusi terhadap rendahnya pemberian IVT. | en_US |