• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Islamic Studies
    • Islamic Law
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Islamic Studies
    • Islamic Law
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    Analisis Maqāṣih Syarī‘ah Jasser Auda Terhadap Putusan Pengadilan Agama Salatiga No. 314/Pdt.G/2020/PA.Sal dalam Pemberian Ḥaḍānah Kepada Ibu yang Murtad

    Thumbnail
    View/Open
    22421059.pdf (1.673Mb)
    Date
    2026
    Author
    Umar, M. Zaki
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Perceraian sering menimbulkan persoalan hukum lanjutan, khususnya terkait penetapan hak ḥaḍānah anak yang belum mumayyiż. Secara normatif, Kompilasi Hukum Islam mengatur bahwa hak asuh anak yang belum mumayyiż diberikan kepada ibu dengan syarat beragama Islam. Namun, dalam Putusan Pengadilan Agama Salatiga Nomor 314/Pdt.G/2020/PA.Sal, Majelis Hakim justru menetapkan hak ḥaḍānah kepada ibu yang telah berpindah agama. Perbedaan antara ketentuan normatif dan praktik peradilan tersebut menjadi latar belakang penelitian ini. Penelitian ini bertujuan untuk menjawab dua rumusan masalah, yaitu: pertama, bagaimana pertimbangan hukum Majelis Hakim dalam menetapkan hak ḥaḍānah kepada ibu non-Muslim; dan kedua, bagaimana penetapan tersebut ditinjau dari perspektif maqāṣid syarī‘ah menurut Jasser Auda. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kepustakaan (library research) dengan pendekatan yuridis normatif, menggunakan data berupa putusan pengadilan, peraturan perundang-undangan, Kompilasi Hukum Islam, literatur fikih, serta jurnal ilmiah yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Majelis Hakim tidak semata- mata berpegang pada ketentuan tekstual KHI, melainkan menggunakan pendekatan maqāṣid syarī‘ah dengan mempertimbangkan kepentingan terbaik anak (the best interest of the child). Penetapan hak ḥaḍānah kepada ibu non-Muslim dipandang sebagai bentuk ijtihad yang berorientasi pada kemaslahatan anak secara menyeluruh. Dengan demikian, putusan tersebut mencerminkan penerapan maqāṣid syarī‘ah yang kontekstual dan berkeadilan dalam hukum keluarga Islam.
    URI
    dspace.uii.ac.id/123456789/62840
    Collections
    • Islamic Law [939]

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV