| dc.description.abstract | Pendidikan merupakan salah satu aspek penting dalam membentuk kualitas
karakter manusia. Pendidikan Agama Islam menjadi salah satu mata pelajaran yang
strategis dalam pembentukan akhlakul karimah. Namun, pembelajaran PAI perlu
didukung dengan pendekatan yang sejalan dengan tujuan PAI yaitu pembentukan
akhlakul karimah. Salah satu pendekatan yang dinilai sangat relevan dan dapat
digunakan yaitu Living Values Education, karena pendekatan LVE memiliki 12
nilai-nilai universal yang dapat memberikan perubahan karakter yang positif pada
peserta didik. Penelitian ini dilakukan di SMP IT Masjid Syuhada Kotabaru dengan
tujuan untuk mengetahui penerapan Living Values Education dalam pembelajaran
PAI untuk pembentukan karakter peserta didik kelas IX.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis deskriptif.
Peneliti datang langsung ke sekolah untuk mengumpulkan data melalui observasi,
wawancara, dan dokumentasi. Informan dalam penelitian ini yaitu kepala sekolah,
guru PAI, guru BK, dan empat peserta didik. Keabsahan data dalam penelitian ini
melalui cara triangulasi sumber dan teknik. Teknik analisis data menggunakan
model interaktif Miles, Huberman, dan Saldana.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses penerapan nilai-nilai LVE di
SMP IT Masjid Syuhada dilakukan dengan melaksanakan berbagai macam program
pembiasaan yang terdapat di sekolah dan pada pembelajaran PAI. Adapun aktivitas
pembiasaan dalam pembelajaran PAI seperti, berdoa sebelum pelajaran, pemberian
penghargaan, keteladanan, serta pembuatan kesepakatan kelas. Proses pembiasaan
melalui kegiatan sekolah dan pembelajaran PAI yang dilakukan secara konsisten
dan berkelanjutan, terbukti efektif dalam membantu pembentukan karakter peserta
didik. Dapat dilihat bahwasanya dari 12 nilai LVE, peserta didik mampu memahami
dan menerapkan setidaknya delapan nilai LVE. Adapun nilai-nilai yang paling
menonjol diterapkan peserta didik meliputi kedamaian, penghargaan, cinta,
kejujuran, kerendahan hati, kerja sama, tanggung jawab, dan persatuan. Selama
berlangsungnya proses penerapan LVE, terdapat kendala yang dihadapi, berupa
keterbatasan guru memantau jumlah siswa yang banyak, latar belakang keluarga
dan lingkungan, pengaruh media sosial, dan kurangnya kerja sama orang tua.
Beberapa kendala tersebut kemudian dicari solusinya dengan menggunakan analisis
SWOT. Secara keseluruhan, proses penerapan LVE dapat berjalan dengan baik dan
terbukti memberikan pengaruh terhadap pembentukan karakter peserta didik. | en_US |