| dc.description.abstract | Kebiasaan belajar merupakan salah satu faktor yang berperan penting dalam
pencapaian hasil belajar mahasiswa di perguruan tinggi. Namun realitanya, masih
ditemukan mahasiswa yang menerapkan kebiasaan belajar tidak teratur,
khususnya dengan melakukan cramming (sistem kebut semalam), yaitu belajar
secara intensif dalam waktu singkat menjelang ujian. Tingginya praktik cramming
dikhawatirkan berdampak pada kualitas hasil belajar mahasiswa yang tidak hanya
terbatas pada aspek kognitif, tetapi juga mencakup aspek afektif dan psikomotor.
Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kebiasaan
belajar cramming terhadap hasil belajar mahasiswa Program Studi Pendidikan
Agama Islam Universitas Islam Indonesia angkatan 2021.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan spesifik penelitian
inferensial. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah convenience
sampling. Dalam penelitian ini mempunyai dua variabel, yakni kebiasaan belajar
cramming sebagai variabel independen dan hasil belajar mahasiswa sebagai
variabel dependen. Subjek penelitian adalah mahasiswa aktif Program Studi
Pendidikan Agama Islam Universitas Islam Indonesia angkatan 2021 dengan
jumlah sampel sebanyak 65 responden dari 100% populasi langsung. Instrumen
penelitian ini memanfaatkan angket skala Likert versi frekuensi verbal yang telah
melalui uji validitas dan reliabilitas. Teknik analisis data yang digunakan dalam
penelitian ini adalah regresi linier sederhana dengan bantuan perangkat lunak IBM
SPSS Statistics versi 29 for Windows.
Hasil penelitian tersebut menunjukan bahwa Kebiasaan belajar cramming
terbukti ada pengaruh negatif dan signifikan terhadap hasil belajar mahasiswa
Prodi PAI UII angkatan 2021, yang ditunjukkan oleh nilai signifikansi 0,032 <
0,05 serta nilai t hitung 2,191 > t tabel 1,988. Temuan ini mengindikasikan bahwa
semakin tinggi dilakukan kebiasaan cramming, semakin menurunkan capaian
hasil belajar mahasiswa. Besaran pengaruh kebiasaan cramming terhadap hasil
belajar sebesar 7,1%, sementara 92,9% dipengaruhi oleh faktor lain di luar
variabel penelitian, baik faktor internal maupun eksternal, seperti motivasi, gaya
belajar, kondisi fisik dan psikis, lingkungan belajar, dukungan sosial, metode
pembelajaran, efikasi diri, serta faktor-faktor lainnya. | en_US |