Show simple item record

dc.contributor.authorPrasetya, Hanif Alifian
dc.date.accessioned2026-05-20T02:16:08Z
dc.date.available2026-05-20T02:16:08Z
dc.date.issued2026
dc.identifier.uridspace.uii.ac.id/123456789/62737
dc.description.abstractLatar Belakang: Diare merupakan masalah kesehatan global dan nasional yang signifikan, dengan prevalensi di Indonesia mencapai 4,3% pada seluruh kelompok umur. Meskipun pedoman nasional telah tersedia, efektivitas penanganan diare masih menghadapi kendala, terutama terkait kurangnya kesadaran masyarakat akan tatalaksana rehidrasi yang tepat. Tujuan Penelitian: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pola pemilihan tatalaksana diare akut pada dewasa di Indonesia dan mengevaluasi hubungan faktor sosiodemografi terhadap pilihan tersebut berdasarkan data Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023. Metode Penelitian: Penelitian kuantitatif ini menggunakan desain cross-sectional dengan data sekunder dari SKI 2023. Sampel penelitian terdiri dari 3.686 responden dewasa (>18 tahun) yang memenuhi kriteria diare akut (durasi < 14 hari). Data dianalisis menggunakan uji univariat, bivariat (Chi-Square), dan multivariat (regresi logistik multinomial). Hasil: Pola pengobatan yang paling dominan digunakan oleh masyarakat Indonesia berdasarkan SKI 2023 adalah obat anti diare (66,7%). Jenis tatalaksana lainnya meliputi obat herbal/tradisional (27,0%), oralit (11,3%), antibiotik (10,2%), Larutan Gula Garam (7,8%), dan probiotik (1,8%). Analisis bivariat menunjukkan adanya hubungan signifikan antara faktor usia (p = 0,025), pendidikan terakhir (p = 0,003), status pekerjaan (p = 0,022), dan status kawin (p = 0,000) dengan pemilihan tatalaksana diare akut. Secara multivariat, responden dengan pendidikan tinggi memiliki peluang 1,38 kali lebih besar untuk menggunakan terapi kombinasi dibandingkan responden berpendidikan rendah (aOR = 1,380; 95% CI: 1,047–1,820; p = 0,022). Responden yang tidak bekerja memiliki peluang lebih rendah menggunakan terapi kombinasi dibandingkan yang bekerja (aOR = 0,716). Simpulan: Survei nasional menunjukkan tingginya penggunaan antidiare sebagai tatalaksana utama diare. Masyarakat Indonesia cenderung lebih memilih obat anti diare dibandingkan rehidrasi sebagai tatalaksana utama. Faktor sosiodemografi memengaruhi perilaku pencarian pengobatan, yang menegaskan perlunya penguatan edukasi program Lintas Diare.en_US
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectDiare Akuten_US
dc.subjectPilihan Tatalaksanaen_US
dc.subjectSosiodemografien_US
dc.subjectSurvei Kesehatan Indonesia 2023en_US
dc.titlePilihan Tatalaksana Diare Akut Pada Dewasa di Indonesia : Analisis Berdasarkan Data Survei Kesehatan Indonesia 2023en_US
dc.typeThesisen_US
dc.Identifier.NIM22711057


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record