• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Medicine
    • Medical Education
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Medicine
    • Medical Education
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    Pilihan Tatalaksana Diare Akut Pada Dewasa di Indonesia : Analisis Berdasarkan Data Survei Kesehatan Indonesia 2023

    Thumbnail
    View/Open
    22711057.pdf (2.372Mb)
    Date
    2026
    Author
    Prasetya, Hanif Alifian
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Latar Belakang: Diare merupakan masalah kesehatan global dan nasional yang signifikan, dengan prevalensi di Indonesia mencapai 4,3% pada seluruh kelompok umur. Meskipun pedoman nasional telah tersedia, efektivitas penanganan diare masih menghadapi kendala, terutama terkait kurangnya kesadaran masyarakat akan tatalaksana rehidrasi yang tepat. Tujuan Penelitian: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pola pemilihan tatalaksana diare akut pada dewasa di Indonesia dan mengevaluasi hubungan faktor sosiodemografi terhadap pilihan tersebut berdasarkan data Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023. Metode Penelitian: Penelitian kuantitatif ini menggunakan desain cross-sectional dengan data sekunder dari SKI 2023. Sampel penelitian terdiri dari 3.686 responden dewasa (>18 tahun) yang memenuhi kriteria diare akut (durasi < 14 hari). Data dianalisis menggunakan uji univariat, bivariat (Chi-Square), dan multivariat (regresi logistik multinomial). Hasil: Pola pengobatan yang paling dominan digunakan oleh masyarakat Indonesia berdasarkan SKI 2023 adalah obat anti diare (66,7%). Jenis tatalaksana lainnya meliputi obat herbal/tradisional (27,0%), oralit (11,3%), antibiotik (10,2%), Larutan Gula Garam (7,8%), dan probiotik (1,8%). Analisis bivariat menunjukkan adanya hubungan signifikan antara faktor usia (p = 0,025), pendidikan terakhir (p = 0,003), status pekerjaan (p = 0,022), dan status kawin (p = 0,000) dengan pemilihan tatalaksana diare akut. Secara multivariat, responden dengan pendidikan tinggi memiliki peluang 1,38 kali lebih besar untuk menggunakan terapi kombinasi dibandingkan responden berpendidikan rendah (aOR = 1,380; 95% CI: 1,047–1,820; p = 0,022). Responden yang tidak bekerja memiliki peluang lebih rendah menggunakan terapi kombinasi dibandingkan yang bekerja (aOR = 0,716). Simpulan: Survei nasional menunjukkan tingginya penggunaan antidiare sebagai tatalaksana utama diare. Masyarakat Indonesia cenderung lebih memilih obat anti diare dibandingkan rehidrasi sebagai tatalaksana utama. Faktor sosiodemografi memengaruhi perilaku pencarian pengobatan, yang menegaskan perlunya penguatan edukasi program Lintas Diare.
    URI
    dspace.uii.ac.id/123456789/62737
    Collections
    • Medical Education [2934]

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV