Efektivitas Terapi Kombinasi Brimonidine dan Timolol Pada Glaukoma : A Scoping Review
Abstract
Latar belakang: glaukoma merupakan salah satu penyebab utama kebutaan
permanen di dunia yang ditandai oleh kerusakan saraf optik progresif dengan
peningkatan tekanan intraokular (TIO) sebagai faktor risiko utama yang dapat
dimodifikasi. Penurunan TIO merupakan strategi utama dalam tatalaksana
glaukoma untuk mencegah progresivitas penyakit. Namun, pada banyak pasien,
monoterapi tidak cukup untuk mencapai target TIO sehingga diperlukan terapi
kombinasi. Kombinasi brimonidine dan timolol menjadi salah satu pilihan yang
bekerja secara sinergis melalui penurunan aqueous humor dan peningkatan aliran
keluar uveoskleral.
Metode: Penelitian ini merupakan scoping review yang disusun berdasarkan
pedoman PRISMA-ScR. Pencarian literatur dilakukan pada basis data PubMed,
ScienceDirect, SpringerLink, dan Google Scholar dengan rentang publikasi tahun
2015-2025. Artikel yang disertakan merupakan penelitian original research
berbahasa Inggris atau Indonesia yang membahas mengenai efektivitas
kombinasi brimonidine dan timolol dalam menurunkan tekanan intraokukar pada
pasien glaukoma. Proses seleksi dilakukan melalui tahapan identifikasi, skrining,
evaluasi full text, ekstraksi data, dan sintesis hasil secara deskriptif.
Hasil: Dari total 935 artikel yang teridentifikasi,s ebanyak 6 artikel memenuhi
kriteria inklusi dan dianalisis. Seluruh penelitian menunjukkan bahwa kombinasi
brimondine dan timolol efektif menurunkan tekanan intraokular secara signifikan
dibandingkan monoterapi maupun memiliki efektivitas yang setara dengan
kombinasi terapi lain. Penurunan TIO yang diperoleh berkisar 3-11 mmHg dengan
onset kerja yang relatif cepat serta profil kemanan dan tolerabilitas yang baik.
Selain itu, sediaan kombinasi tetap berpotensi meningkatkan kepatuhan pasien
terhadap terapi.
Simpulan: Terapi kombinasi brimonidine dan timolol terbukti efektif dan aman
dalam menurunkan tekanan intraokularpada pasien glaukoma. Kombinasi ini
dapat dipertimbangkan sebagai pilihan terapi yang optimal, terutama pada pasien
yang membutuhkan kontrol tekanan intraokular yang lebih baik.
Collections
- Medical Education [2934]
