Show simple item record

dc.contributor.authorMaulannisa, Heny
dc.date.accessioned2026-05-19T04:00:02Z
dc.date.available2026-05-19T04:00:02Z
dc.date.issued2026
dc.identifier.uridspace.uii.ac.id/123456789/62706
dc.description.abstractLatar Belakang: Dermatitis kontak iritan (DKI) merupakan salah satu penyakit kulit akibat kerja yang paling sering ditemukan, terutama pada sektor industri pertanian. Karyawan pabrik beras berisiko tinggi mengalami DKI akibat paparan berulang terhadap debu padi, sekam, silika, pestisida, serta kontaminan lainnya selama proses penggilingan beras. Selain faktor lingkungan kerja, faktor individu seperti penggunaan alat pelindung diri (APD) dan personal hygiene juga berperan dalam terjadinya DKI. Tujuan: Mengetahui hubungan antara penggunaan alat pelindung diri (APD) dan personal hygiene terhadap kejadian dermatitis kontak iritan pada karyawan pabrik beras di Kecamatan Jatibarang, Kabupaten Indramayu. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional dengan desain cross sectional. Instrumen penelitian berupa kuesioner yang didukung oleh observasi kelainan kulit melalui dokumentasi foto, yang selanjutnya dikonsultasikan kepada dokter spesialis kulit dan kelamin. Penelitian ini melibatkan karyawan industri pabrik beras yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Analisis data dilakukan secara univariat untuk menggambarkan karakteristik responden dan distribusi masing-masing variabel. Selanjutnya, analisis bivariat uji Chi-Square dilakukan untuk menilai hubungan antara penggunaan alat pelindung diri (APD) terhadap kejadian dermatitis kontak iritan (DKI) dan uji alternatif Fisher Exact untuk menilai hubungan antara personal hygiene terhadap kejadian (DKI). Hasil: Analisis antara personal hygiene terhadap kejadian dermatitis kontak iritan memiliki p-value sebesar 0,007 (OR= 7,98 CI= 1,62-39,3). Sedangkan, pada analisis penggunaan APD terhadap kejadian dermatitis kontak iritan memiliki p- value sebesar 0,947 (OR= 0,96 CI= 0,27-3,38). Kesimpulan: Pada penelitian yang telah dilakukan pada 97 responden terdapat hubungan yang signifikan antara personal hygiene terhadap kejadian dermatitis kontak iritan (DKI) pada karyawan industri pabrik beras Kecamatan Jatibarang Kabupaten Indramayu. Sebaliknya, tidak terdapat hubungan yang signifikan antara penggunaan APD terhadap kejadian DKI pada karyawan industri pabrik beras Kecamatan Jatibarang Kabupaten Indramayu.en_US
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectDermatitis Kontak Iritanen_US
dc.subjectAlat Pelindung Dirien_US
dc.subjectPersonal Hygieneen_US
dc.subjectPabrik Berasen_US
dc.subjectPenyakit Akibat Kerjaen_US
dc.titleAnalisis Faktor Risiko Kejadian Dermatitis Kontak Iritan Pada Karyawan Industri Pabrik Beras di Kecamatan Jatibarang Kabupaten Indramayuen_US
dc.typeThesisen_US
dc.Identifier.NIM22711030


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record