| dc.description.abstract | Latar Belakang: Dermatitis kontak iritan (DKI) merupakan salah satu penyakit kulit
akibat kerja yang paling sering ditemukan, terutama pada sektor industri pertanian.
Karyawan pabrik beras berisiko tinggi mengalami DKI akibat paparan berulang
terhadap debu padi, sekam, silika, pestisida, serta kontaminan lainnya selama
proses penggilingan beras. Selain faktor lingkungan kerja, faktor individu seperti
penggunaan alat pelindung diri (APD) dan personal hygiene juga berperan dalam
terjadinya DKI.
Tujuan: Mengetahui hubungan antara penggunaan alat pelindung diri (APD) dan
personal hygiene terhadap kejadian dermatitis kontak iritan pada karyawan pabrik
beras di Kecamatan Jatibarang, Kabupaten Indramayu.
Metode: Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional dengan desain
cross sectional. Instrumen penelitian berupa kuesioner yang didukung oleh
observasi kelainan kulit melalui dokumentasi foto, yang selanjutnya
dikonsultasikan kepada dokter spesialis kulit dan kelamin. Penelitian ini melibatkan
karyawan industri pabrik beras yang dipilih menggunakan teknik purposive
sampling. Analisis data dilakukan secara univariat untuk menggambarkan
karakteristik responden dan distribusi masing-masing variabel. Selanjutnya,
analisis bivariat uji Chi-Square dilakukan untuk menilai hubungan antara
penggunaan alat pelindung diri (APD) terhadap kejadian dermatitis kontak iritan
(DKI) dan uji alternatif Fisher Exact untuk menilai hubungan antara personal
hygiene terhadap kejadian (DKI).
Hasil: Analisis antara personal hygiene terhadap kejadian dermatitis kontak iritan
memiliki p-value sebesar 0,007 (OR= 7,98 CI= 1,62-39,3). Sedangkan, pada
analisis penggunaan APD terhadap kejadian dermatitis kontak iritan memiliki p-
value sebesar 0,947 (OR= 0,96 CI= 0,27-3,38).
Kesimpulan: Pada penelitian yang telah dilakukan pada 97 responden terdapat
hubungan yang signifikan antara personal hygiene terhadap kejadian dermatitis
kontak iritan (DKI) pada karyawan industri pabrik beras Kecamatan Jatibarang
Kabupaten Indramayu. Sebaliknya, tidak terdapat hubungan yang signifikan
antara penggunaan APD terhadap kejadian DKI pada karyawan industri pabrik
beras Kecamatan Jatibarang Kabupaten Indramayu. | en_US |