Show simple item record

dc.contributor.authorSalsabila, Angelina Putri
dc.date.accessioned2026-05-19T03:40:11Z
dc.date.available2026-05-19T03:40:11Z
dc.date.issued2026
dc.identifier.uridspace.uii.ac.id/123456789/62700
dc.description.abstractLatar Belakang: Skizofrenia adalah gangguan mental kronis yang seringkali memerlukan terapi antipsikotik jangka panjang. Antipsikotik atipikal merupakan pilihan utama, namun penggunaannya dikaitkan dengan risiko efek samping metabolik. Tujuan: Menganalisis perbedaan gula darah sewaktu antara terapi antipsikotik atipikal berdasar durasi terapi. Metode Penelitian: Menggunakan desain cross-sectional, pasien skizofrenia RSUD Tjitrowardojo Purworejo dikelompokkan berdasarkan durasi terapi antipsikotik atipikal kurang dari 4 bulan dan lebih dari 4 bulan. Perbandingan rata- rata/median GDS dilakukan dengan Uji Mann-Whitney, didahului oleh uji normalitas. Hasil dinyatakan signifikan jika p value < 0,05. Hasil: Perbedaan GDS signifikan ditemukan pada pasien skizofrenia. Kelompok terapi lebih dari 4 bulan memiliki GDS rata-rata lebih tinggi (108,81 mg/dl) dibanding kelompok kurang dari 4 bulan (87,72 mg/dl). Simpulan : Penggunaan terapi antipsikotik atipikal menyebabkan risiko meningkatkan kadar gula darah pada terapi jangka panjang.en_US
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectSkizofreniaen_US
dc.subjectAntipsikotik Atipikalen_US
dc.subjectKadar Gula Darah Sewaktu (GDS)en_US
dc.subjectDurasi Terapien_US
dc.subjectEfek Samping Metaboliken_US
dc.titlePerbedaan Kadar Gula Darah Sewaktu Pada Pasien Skizofrenia Yang Mendapat Terapi Antipsikotik Atipikal Selama Kurang dari 4 Bulan dan Lebih dari 4 Bulan di RSUD Tjitrowardojo Purworejoen_US
dc.typeThesisen_US
dc.Identifier.NIM22711208


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record