Perbedaan Kadar Gula Darah Sewaktu Pada Pasien Skizofrenia Yang Mendapat Terapi Antipsikotik Atipikal Selama Kurang dari 4 Bulan dan Lebih dari 4 Bulan di RSUD Tjitrowardojo Purworejo
Abstract
Latar Belakang: Skizofrenia adalah gangguan mental kronis yang seringkali
memerlukan terapi antipsikotik jangka panjang. Antipsikotik atipikal merupakan
pilihan utama, namun penggunaannya dikaitkan dengan risiko efek samping
metabolik.
Tujuan: Menganalisis perbedaan gula darah sewaktu antara terapi antipsikotik
atipikal berdasar durasi terapi.
Metode Penelitian: Menggunakan desain cross-sectional, pasien skizofrenia
RSUD Tjitrowardojo Purworejo dikelompokkan berdasarkan durasi terapi
antipsikotik atipikal kurang dari 4 bulan dan lebih dari 4 bulan. Perbandingan rata-
rata/median GDS dilakukan dengan Uji Mann-Whitney, didahului oleh uji
normalitas. Hasil dinyatakan signifikan jika p value < 0,05.
Hasil: Perbedaan GDS signifikan ditemukan pada pasien skizofrenia. Kelompok
terapi lebih dari 4 bulan memiliki GDS rata-rata lebih tinggi (108,81 mg/dl)
dibanding kelompok kurang dari 4 bulan (87,72 mg/dl).
Simpulan : Penggunaan terapi antipsikotik atipikal menyebabkan risiko
meningkatkan kadar gula darah pada terapi jangka panjang.
Collections
- Medical Education [2953]
