Show simple item record

dc.contributor.authorRatrianto, Latif Bintang
dc.date.accessioned2026-05-19T01:30:02Z
dc.date.available2026-05-19T01:30:02Z
dc.date.issued2026
dc.identifier.uridspace.uii.ac.id/123456789/62686
dc.description.abstractPenelitian ini menganalisis daya saing pembiayaan berbasis bagi hasil dalam perspektif equivalent rate dan suku bunga kredit konvensional pada perbankan syariah di Indonesia. Fokus penelitian diarahkan untuk menguji bagaimana mekanisme harga memengaruhi pembiayaan bagi hasil dengan mempertimbangkan heterogenitas kelembagaan, yaitu Bank Umum Syariah (BUS), Unit Usaha Syariah (UUS), dan Bank Pembiayaan Rakyat Syariah (BPRS). Penelitian ini menggunakan data bulanan periode 2015–2024 dan dianalisis dengan pendekatan Autoregressive Distributed Lag (ARDL) dan Error Correction Model (ECM) untuk menangkap dinamika hubungan jangka pendek dan jangka panjang. Variabel utama yang dianalisis meliputi equivalent rate akad mudharabah, musyarakah, murabahah, dan ijarah, serta suku bunga kredit konvensional, dengan memasukkan variabel dummy pandemi COVID-19 dan merger Bank Syariah Indonesia (BSI). Hasil penelitian menunjukkan bahwa daya saing pembiayaan bagi hasil bersifat heterogen antar entitas perbankan syariah. Pada BUS, pembiayaan bagi hasil dalam jangka panjang dipengaruhi secara signifikan oleh equivalent rate mudharabah dan suku bunga kredit konvensional, mencerminkan kuatnya mekanisme substitusi harga lintas sistem dalam kerangka sistem perbankan ganda. Pada UUS, equivalent rate mudharabah menjadi satu-satunya determinan struktural jangka panjang, sementara variabel lain berpengaruh terbatas pada jangka pendek, yang menunjukkan karakter pasar yang relatif tersegmentasi dan dipengaruhi oleh keterikatan dengan bank induk konvensional. Sementara itu, BPRS menunjukkan tingkat sensitivitas tertinggi terhadap perubahan harga pembiayaan, dengan pengaruh signifikan equivalent rate non-bagi hasil dan pandemi Covid, mencerminkan karakteristik pembiayaan mikro yang sangat responsif terhadap perubahan harga dan kondisi ekonomi riil. Secara teoretis, temuan ini menegaskan relevansi teori intermediasi perbankan dan teori substitusi produk keuangan dalam konteks perbankan syariah modern, dengan equivalent rate berfungsi sebagai mekanisme harga implisit. Secara praktis, penelitian ini menekankan pentingnya strategi penetapan harga yang adaptif dan kebijakan diferensial dalam pengembangan perbankan syariah, dengan mempertimbangkan perbedaan struktur kelembagaan dan segmentasi pasar antar entitas.en_US
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectARDLen_US
dc.subjectPembiayaan Bagi Hasilen_US
dc.subjectEquivalent Rateen_US
dc.subjectSuku Bunga Kredit Konvensionalen_US
dc.subjectPerbankan Syariahen_US
dc.titleDaya Saing Pembiayaan Bagi Hasil dalam Perspektif Equivalent Rate dan Suku Bungaen_US
dc.typeThesisen_US
dc.Identifier.NIM23918004


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record