• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Medicine
    • Medical Education
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Medicine
    • Medical Education
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    Pengaruh Faktor Genetik Terhadap Kejadian Tuli Sensorineural Pada Anak: A Scoping Review

    Thumbnail
    View/Open
    22711087.pdf (1.205Mb)
    Date
    2026
    Author
    Ramadhani, Reisya
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Latar Belakang: Tuli sensorineural pada anak merupakan salah satu gangguan pendengaran yang paling sering bersifat kongenital atau onset dini dengan faktor genetik berperan sebagai penyebab utama pada lebih dari setengah kasus. Keberagaman jenis mutasi genetik serta variasi manifestasi klinis menjadikan identifikasi faktor genetik penting untuk mendukung deteksi dini, penegakan diagnosis, dan perencanaan intervensi yang optimal. Metode: Penelitian ini merupakan scoping review yang dilakukan dengan mengikuti panduan PRISMA-ScR. Pencarian artikel dilakukan pada basis data PubMed, ScienceDirect, dan SpringerLink untuk publikasi tahun 2015–2025. Artikel yang disertakan adalah penelitian observasional yang membahas pengaruh faktor genetik terhadap kejadian tuli sensorineural pada anak dan dapat diakses secara penuh. Hasil proses seleksi, diperoleh enam artikel yang memenuhi kriteria inklusi dan dianalisis melalui table ekstraksi data. Hasil: Variasi genetik berperan signifikan terhadap kejadian tuli sensorineural pada anak, baik dalam bentuk non-sindromik maupun sindromik. Gen GJB2 merupakan gen yang paling sering teridentifikasi sebagai penyebab tuli sensorineural non-sindromik, diikuti oleh GJB6, GJB3, dan SLC26A4. Selain itu, mutasi gen mitokondria MT-RNR1 (A1555G) ditemukan berkontribusi terhadap tuli sensorineural dengan prevalensi lebih rendah namun bermakna secara klinis. Terdapat juga keterlibatan gen TUBB4B yang menunjukkan bahwa tuli sensorineural dapat disebabkan oleh kelainan gen struktural. Pada bentuk sindromik, gangguan pendengaran merupakan bagian dari kelainan genetik multisistem dan dapat menjadi manifestasi awal sebelum keterlibatan organ lain terdeteksi. Kesimpulan: Faktor genetik memiliki peran utama dalam kejadian tuli sensorineural pada anak dengan spektrum gen yang luas dan manifestasi klinis yang bervariasi. Identifikasi variasi genetik, terutama bila dikombinasikan dengan pemeriksaan audiologis objektif, penting dalam penelusuran etiologi, deteksi dini, serta perencanaan intervensi dan konseling genetik pada anak dengan tuli sensorineural.
    URI
    dspace.uii.ac.id/123456789/62667
    Collections
    • Medical Education [2953]

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV