Show simple item record

dc.contributor.authorGhaitsa, Embun Ghina
dc.date.accessioned2026-05-18T04:12:33Z
dc.date.available2026-05-18T04:12:33Z
dc.date.issued2026
dc.identifier.uridspace.uii.ac.id/123456789/62651
dc.description.abstractLatar Belakang: Multitsking digital merupakan fenomena yang sangat umum di era digital, yang mana mendefinisikan perilaku penggunaan sekurang-kurangnya satu media pada dua atau lebih tugas pada waktu yang bersamaan. Multitasking digital dapat memberikan dampak positif maupun negatif, salah satu dampak negatifnya adalah depresi, khususnya pada remaja. Tujuan: Memetakan bukti yang ada terkait hubungan multitasking digital dengan depresi pada remaja. Metode: Penelitian ini menggunakan metode scoping review yang mengadaptasi panduan Reporting Items for Scoping Reviews (PRISMA-ScR) untuk menganalisis artikel ilmiah yang diambil dari berbagai database seperti PubMed, Google Scholar, ScienceDirect, dan Springer Link dengan kriteria publikasi pada tahun 2015-2025, berbahasa Inggris atau Indonesia, serta original article. Proses seleksi dilakukan dengan beberapa tahap, yaitu, identifikasi, skrining, eligibilitas, dan inklusi. Selanjutnya artikel inklusi dianalisis lebih menggunakan tabel ekstraksi data. Hasil: Temuan artikel sebanyak dua studi yang memenuhi kriteria inklusi menggunakan desain cross-sectional. Hasil telaah menunjukkan bahwa multitasking digital berkaitan dengan peningkatan gejala depresi, baik secara langsung maupun melalui mekanisme tidak langsung seperti stress digital. Namun, hubungan tersebut belum dapat diinterpretasikan sebagai hubungan sebab-akibat karena studi-studi tersebut menggunakan desain cross-sectional. Jenis kelamin ditemukan tidak ada perbedaan signifikan pada hubungan tersebut, sedangkan pada usia ditemukan ketidakkonsistenan hasil. Pengawasan orang tua berperan sebagai faktor kontekstual yang memengaruhi pola penggunaan media. Kesimpulan: Temuan ini menunjukkan bahwa multitasking digital merupakan fenomena yang bersifat multidimensional dan berkaitan dengan berbagai mekanisme biopsikososial. Oleh karena itu, diperlukan penelitian lanjutan dengan desain yang lebih komprehensif, serta pengembangan intervensi tindak lanjut yang berfokus pada penggunaan media yang terkontrol dan seimbang untuk mendukung kesejahteraan psikologis remaja.en_US
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.titleHubungan Multitasking Digital dengan Depresi Pada Remaja: A Scoping Reviewen_US
dc.typeThesisen_US
dc.Identifier.NIM22711201


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record