Show simple item record

dc.contributor.authorFidelia, Belinda
dc.date.accessioned2026-05-18T03:56:34Z
dc.date.available2026-05-18T03:56:34Z
dc.date.issued2026
dc.identifier.uridspace.uii.ac.id/123456789/62645
dc.description.abstractLatar Belakang : Diabetes melitus merupakan kelompok gangguan metabolik yang ditandai oleh hiperglikemia akibat gangguan sekresi insulin maupun kerja insulin. Pada diabetes melitus tipe 2, gangguan sekresi insulin berkontribusi terhadap terjadinya hiperglikemia dan peningkatan stres oksidatif, sehingga diperlukan strategi terapi yang tidak hanya menurunkan kadar glukosa darah, tetapi juga mampu memperbaiki sensitivitas insulin. Salah satu pendekatan yang terus berkembang adalah pemanfaatan bahan alami sebagai terapi adjuvan. Indonesia sebagai negara dengan keanekaragaman hayati yang tinggi memiliki berbagai sumber bahan alam yang berpotensi dikembangkan dalam pengelolaan diabetes melitus tipe 2, salah satunya adalah bawang hitam. Bawang hitam mengandung berbagai senyawa bioaktif dengan aktivitas antioksidan yang lebih kuat, sehingga berpotensi memengaruhi kadar glukosa darah dan sensitivitas insulin. Oleh karena itu, scoping review ini bertujuan untuk mengetahui potensi bawang hitam (Allium Sativum) pada diabetes melitus tipe 2. Metode: Artikel yang digunakan adalah original article dengan topik bawang hitam (Allium Sativum) pada diabetes melitus tipe 2 dengan bahasa Indonesia dan bahasa Inggris, dipublikasikan tahun 2015-2025. Sumber informasi yang digunakan yaitu Google Scholar, Pubmed, Springerlink, dan Portal Garuda. Seleksi artikel berdasarkan alur PRISMA-ScR. Lalu dilakukan proses melalui ekstraksi data, item data, sintesis hasil untuk menjawab tujuan penelitian. Hasil: Didapatkan 12 artikel yang terdiri dari 10 penelitian in vivo dan 2 penelitian uji klinis. Hasil penelitian in vivo menunjukkan bahwa bawang hitam berpotensi memperbaiki parameter diabetes melitus tipe 2, terutama berpengaruh terhadap penurunan parameter glikemik (gula darah puasa, HbA1c, fruktosamin, TTGO, gula darah perifer dan vena), profil lipid, stres oksidatif, fungsi hepar, peningkatan kadar antioksidan, serum insulin dan perbaikan histologis pankreas serta ginjal. Sementara itu, penelitian uji klinis melaporkan bahwa konsumsi bawang hitam berpengaruh terhadap penurunan kadar glukosa darah puasa dan kolesterol total. Simpulan: Bawang hitam (Allium Sativum) menunjukkan potensi pada diabetes melitus tipe 2. Hal ini ditunjukkan pada penelitian in vivo dan uji klinis, terutama pada perbaikan penurunan glukosa darah serta parameter lainnya.en_US
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.titlePotensi Bawang Hitam (Allium Sativum) Pada Diabetes Melitus Tipe 2 : Scoping Reviewen_US
dc.typeThesisen_US
dc.Identifier.NIM22711169


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record