Potensi Bawang Hitam (Allium Sativum) Pada Diabetes Melitus Tipe 2 : Scoping Review
Abstract
Latar Belakang : Diabetes melitus merupakan kelompok gangguan metabolik
yang ditandai oleh hiperglikemia akibat gangguan sekresi insulin maupun kerja
insulin. Pada diabetes melitus tipe 2, gangguan sekresi insulin berkontribusi
terhadap terjadinya hiperglikemia dan peningkatan stres oksidatif, sehingga
diperlukan strategi terapi yang tidak hanya menurunkan kadar glukosa darah,
tetapi juga mampu memperbaiki sensitivitas insulin. Salah satu pendekatan yang
terus berkembang adalah pemanfaatan bahan alami sebagai terapi adjuvan.
Indonesia sebagai negara dengan keanekaragaman hayati yang tinggi memiliki
berbagai sumber bahan alam yang berpotensi dikembangkan dalam pengelolaan
diabetes melitus tipe 2, salah satunya adalah bawang hitam. Bawang hitam
mengandung berbagai senyawa bioaktif dengan aktivitas antioksidan yang lebih
kuat, sehingga berpotensi memengaruhi kadar glukosa darah dan sensitivitas
insulin. Oleh karena itu, scoping review ini bertujuan untuk mengetahui potensi
bawang hitam (Allium Sativum) pada diabetes melitus tipe 2.
Metode: Artikel yang digunakan adalah original article dengan topik bawang hitam
(Allium Sativum) pada diabetes melitus tipe 2 dengan bahasa Indonesia dan
bahasa Inggris, dipublikasikan tahun 2015-2025. Sumber informasi yang
digunakan yaitu Google Scholar, Pubmed, Springerlink, dan Portal Garuda.
Seleksi artikel berdasarkan alur PRISMA-ScR. Lalu dilakukan proses melalui
ekstraksi data, item data, sintesis hasil untuk menjawab tujuan penelitian.
Hasil: Didapatkan 12 artikel yang terdiri dari 10 penelitian in vivo dan 2 penelitian
uji klinis. Hasil penelitian in vivo menunjukkan bahwa bawang hitam berpotensi
memperbaiki parameter diabetes melitus tipe 2, terutama berpengaruh terhadap
penurunan parameter glikemik (gula darah puasa, HbA1c, fruktosamin, TTGO,
gula darah perifer dan vena), profil lipid, stres oksidatif, fungsi hepar, peningkatan
kadar antioksidan, serum insulin dan perbaikan histologis pankreas serta ginjal.
Sementara itu, penelitian uji klinis melaporkan bahwa konsumsi bawang hitam
berpengaruh terhadap penurunan kadar glukosa darah puasa dan kolesterol total.
Simpulan: Bawang hitam (Allium Sativum) menunjukkan potensi pada diabetes
melitus tipe 2. Hal ini ditunjukkan pada penelitian in vivo dan uji klinis, terutama
pada perbaikan penurunan glukosa darah serta parameter lainnya.
Collections
- Medical Education [2953]
