| dc.description.abstract | Latar Belakang: Stroke hemoragik merupakan penyebab kecacatan dan
kematian yang signifikan, dengan prevalensi tertinggi di Indonesia berada di
Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Meskipun angka kejadian stroke di
Kabupaten Bantul cukup tinggi, tingkat partisipasi pasien dalam program
rehabilitasi medis masih memerlukan pemetaan karakteristik yang lebih mendalam
untuk optimalisasi layanan.
Tujuan Penelitian: Mengetahui karakteristik pasien stroke hemoragik yang
menjalani rehabilitasi medis di Kabupaten Bantul berdasarkan data
sosiodemografi, klinis, dan profil rehabilitasi.
Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain
observasional deskriptif. Data diambil dari rekam medis periode Januari –
Desember 2024 di tiga rumah sakit (RSUD Panembahan Senopati, RS UII, dan
RS Nur Hidayah). Teknik pengambilan sampel menggunakan consecutive
sampling yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi.
Hasil: Dari total 122 pasien terdiagnosis stroke hemoragik, terdapat 10 subjek
yang memenuhi kriteria penelitian. Karakteristik subjek didominasi oleh laki-laki
(70%), kelompok usia 50–70 tahun (80%), dan bekerja sebagai buruh (70%).
Seluruh subjek mengalami perdarahan intraserebral (100%) dengan defisit
neurologis utama berupa hemiparesis (90%) dan hipertensi sebagai komorbiditas
utama (60%). Inisiasi rehabilitasi medis rata-rata dimulai pada hari ke-24,3 (fase
sub-akut) dengan jenis intervensi terbanyak berupa active exercise (60%).
Mayoritas pembiayaan menggunakan Jaminan Kesehatan Nasional (90%).
Simpulan: Karakteristik pasien stroke hemoragik yang menjalani rehabilitasi di
Kabupaten Bantul mendapatkan data klinis seluruh pasien mengalami perdarahan
intraserebral dengan manifestasi utama berupa hemiparesis dan hipertensi
sebagai komorbiditas tertinggi. Profil pelayanan rehabilitasi menunjukkan waktu
inisiasi yang berada pada fase sub-akut (rata-rata hari ke-24) dengan fokus
intervensi pada active exercise dan pembiayaan yang bergantung pada Jaminan
Kesehatan Nasional. | en_US |