Show simple item record

dc.contributor.authorFadhilarifna, Arlan Naufal
dc.date.accessioned2026-05-18T02:53:20Z
dc.date.available2026-05-18T02:53:20Z
dc.date.issued2026
dc.identifier.uridspace.uii.ac.id/123456789/62628
dc.description.abstractLatar Belakang: Stroke hemoragik merupakan penyebab kecacatan dan kematian yang signifikan, dengan prevalensi tertinggi di Indonesia berada di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Meskipun angka kejadian stroke di Kabupaten Bantul cukup tinggi, tingkat partisipasi pasien dalam program rehabilitasi medis masih memerlukan pemetaan karakteristik yang lebih mendalam untuk optimalisasi layanan. Tujuan Penelitian: Mengetahui karakteristik pasien stroke hemoragik yang menjalani rehabilitasi medis di Kabupaten Bantul berdasarkan data sosiodemografi, klinis, dan profil rehabilitasi. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain observasional deskriptif. Data diambil dari rekam medis periode Januari – Desember 2024 di tiga rumah sakit (RSUD Panembahan Senopati, RS UII, dan RS Nur Hidayah). Teknik pengambilan sampel menggunakan consecutive sampling yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Hasil: Dari total 122 pasien terdiagnosis stroke hemoragik, terdapat 10 subjek yang memenuhi kriteria penelitian. Karakteristik subjek didominasi oleh laki-laki (70%), kelompok usia 50–70 tahun (80%), dan bekerja sebagai buruh (70%). Seluruh subjek mengalami perdarahan intraserebral (100%) dengan defisit neurologis utama berupa hemiparesis (90%) dan hipertensi sebagai komorbiditas utama (60%). Inisiasi rehabilitasi medis rata-rata dimulai pada hari ke-24,3 (fase sub-akut) dengan jenis intervensi terbanyak berupa active exercise (60%). Mayoritas pembiayaan menggunakan Jaminan Kesehatan Nasional (90%). Simpulan: Karakteristik pasien stroke hemoragik yang menjalani rehabilitasi di Kabupaten Bantul mendapatkan data klinis seluruh pasien mengalami perdarahan intraserebral dengan manifestasi utama berupa hemiparesis dan hipertensi sebagai komorbiditas tertinggi. Profil pelayanan rehabilitasi menunjukkan waktu inisiasi yang berada pada fase sub-akut (rata-rata hari ke-24) dengan fokus intervensi pada active exercise dan pembiayaan yang bergantung pada Jaminan Kesehatan Nasional.en_US
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectStroke Hemoragiken_US
dc.subjectKarakteristik Pasienen_US
dc.subjectRehabilitasi Medisen_US
dc.subjectBantulen_US
dc.titleKarakteristik Pasien Stroke Hemoragik yang menjalani Rehabilitasi Medis di Kabupaten Bantulen_US
dc.typeThesisen_US
dc.Identifier.NIM22711168


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record