Show simple item record

dc.contributor.authorAmin, Lintang Alit Pramesthy
dc.date.accessioned2026-05-13T04:56:41Z
dc.date.available2026-05-13T04:56:41Z
dc.date.issued2026
dc.identifier.uridspace.uii.ac.id/123456789/62563
dc.description.abstractLatar Belakang: Stunting merupakan suatu keadaan saat balita mengalami keterlambatan dalam masa pertumbuhan, baik secara fisik ataupun kognitif. Stunting dapat terjadi karena asupan gizi yang tidak sesuai, yang dimulai sejak saat masa kehamilan hingga 1000 hari pertama kehidupan. Kabupaten Klaten di Jawa Tengah memiliki angka prevalensi stunting yang masih tergolong cukup tinggi, yaitu 13,52% pada Januari 2024. Pemerintah mengupayakan berbagai cara untuk mengurangi angka prevalensi stunting di Indonesia, salah satunya ialah Pemberian Makanan Tambahan (PMT). Sasaran pemberian PMT pada balita didasari dari berbagai macam keadaan, dimulai dari umur penerima berkisar antara 6-59 bulan, tidak mengalami kenaikan berat badan, berat badan ataupun gizi kurang dengan dapat disertai atau tanpa dengan stunting. Hasil dari pemberian PMT dapat terlihat setelah dikonsumsi secara rutin selama minimal 8 minggu. Hasil dari PMT ini sangat bergantung dengan tingkat kepatuhan konsumsi. Tujuan Penelitian: Untuk menilai faktor yang dapat memengaruhi dari tingkat kepatuhan konsumsi PMT Metode Penelitian: Jenis penelitian ini menggunakan pendekatan observasional dengan desain kohort retrospektif. Subjek penelitian ini adalah 64 responden yang merupakan wali dari balita yang mendapatkan PMT pada satu periode. Data diolah menggunakan SPSS dan dilakukan analisis univariat serta bivariat yang dilakukan dengan uji chi-square. Hasil: Hasil penelitian menyatakan sebagian besar subjek patuh dalam konsumsi PMT (%). Pada hasil analisis bivariat, variabel pengetahuan berhubungan signifikan dengan kepatuhan konsumsi PMT (p=0,001; OR=0,114), begitu pula dengan pekerjaan (p0,001; OR=0,129), sikap (p=0,014; OR=0,218), jarak (p=0,021; OR=0,301), dukungan keluarga (p=0,033; OR=3,537), peran petugas kesehatan (p=0,006; OR=0,238) dan penerimaan balita (p=0,005; OR=0,158). Sedangkan variabel pendidikan tidak memiliki hubungan yang signifkan terhadap kepatuhan konsumsi PMT (p=0,076; OR=0,288). Simpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara variabel pengetahuan, pekerjaan, penerimaan balita, peran petugas kesehatan, sikap, jarak, dan dukungan keluarga terhadap kepatuhan konsumsi PMT.en_US
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectPMTen_US
dc.subjectFaktoren_US
dc.subjectKepatuhan Konsumsien_US
dc.subjectBalitaen_US
dc.subjectStuntingen_US
dc.titleFaktor-faktor yang memengaruhi terhadap Kepatuhan Konsumsi Pemberian Makanan Tambahan (PMT) pada Balita di Kecamatan Kalikotesen_US
dc.typeThesisen_US
dc.Identifier.NIM22711004


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record