Faktor-faktor yang memengaruhi terhadap Kepatuhan Konsumsi Pemberian Makanan Tambahan (PMT) pada Balita di Kecamatan Kalikotes
Abstract
Latar Belakang: Stunting merupakan suatu keadaan saat balita mengalami
keterlambatan dalam masa pertumbuhan, baik secara fisik ataupun kognitif.
Stunting dapat terjadi karena asupan gizi yang tidak sesuai, yang dimulai sejak
saat masa kehamilan hingga 1000 hari pertama kehidupan. Kabupaten Klaten di
Jawa Tengah memiliki angka prevalensi stunting yang masih tergolong cukup
tinggi, yaitu 13,52% pada Januari 2024. Pemerintah mengupayakan berbagai cara
untuk mengurangi angka prevalensi stunting di Indonesia, salah satunya ialah
Pemberian Makanan Tambahan (PMT). Sasaran pemberian PMT pada balita
didasari dari berbagai macam keadaan, dimulai dari umur penerima berkisar
antara 6-59 bulan, tidak mengalami kenaikan berat badan, berat badan ataupun
gizi kurang dengan dapat disertai atau tanpa dengan stunting. Hasil dari
pemberian PMT dapat terlihat setelah dikonsumsi secara rutin selama minimal 8
minggu. Hasil dari PMT ini sangat bergantung dengan tingkat kepatuhan
konsumsi.
Tujuan Penelitian: Untuk menilai faktor yang dapat memengaruhi dari tingkat
kepatuhan konsumsi PMT
Metode Penelitian: Jenis penelitian ini menggunakan pendekatan observasional
dengan desain kohort retrospektif. Subjek penelitian ini adalah 64 responden yang
merupakan wali dari balita yang mendapatkan PMT pada satu periode. Data diolah
menggunakan SPSS dan dilakukan analisis univariat serta bivariat yang dilakukan
dengan uji chi-square.
Hasil: Hasil penelitian menyatakan sebagian besar subjek patuh dalam konsumsi
PMT (%). Pada hasil analisis bivariat, variabel pengetahuan berhubungan
signifikan dengan kepatuhan konsumsi PMT (p=0,001; OR=0,114), begitu pula
dengan pekerjaan (p0,001; OR=0,129), sikap (p=0,014; OR=0,218), jarak
(p=0,021; OR=0,301), dukungan keluarga (p=0,033; OR=3,537), peran petugas
kesehatan (p=0,006; OR=0,238) dan penerimaan balita (p=0,005; OR=0,158).
Sedangkan variabel pendidikan tidak memiliki hubungan yang signifkan terhadap
kepatuhan konsumsi PMT (p=0,076; OR=0,288).
Simpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara variabel pengetahuan,
pekerjaan, penerimaan balita, peran petugas kesehatan, sikap, jarak, dan
dukungan keluarga terhadap kepatuhan konsumsi PMT.
Collections
- Medical Education [2860]
