| dc.description.abstract | Indonesia merupakan Negara dengan konsumsi total beras terbesar didunia. Permintaan beras dalam negeri cukup tinggi dibandingkan dengan konsumsi beras Negara lainnya sehingga produksi beras dalam negeri tidak mampu menycukupi kebutuhannya. Impor beras menjadi pilihan pemerintah untuk memenuhi kebutuhan beras dalam negeri. Ironisnya, setiap tahun pemerintah selalu mengimpor beras dengan berbagai alasan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variable independen (produksi beras, total konsumsi beras, cadangan beras, inflasi dan harga beras internasional) terhadap variable dependent (volume impor beras). Data yang digunkan data sekunder time series dari tahun 1995-2014 yang diperoleh secara tidak langsung. Model analisis yang digunakan adalah alat anaisis ekonometrika Error Corretion Model (ECM). Data yang digunakan bersumber dari beberapa sumber yaitu United States Departement of Agriculture (USDA), International Monetary Fund (IMF) dan Badan Pusat Statistic (BPS) Hasil analisis faktor-faktor yang mempengaruhi impor beras dalam jangka pendek secara signifikan yaitu produksi beras mempunyai hubungan negatif, total konsumsi beras dan inflasi mempunyai hubungan positif. Dan yang mempengaruhi impor beras secara signifikan dalam jangka panjang yaitu produksi beras mempunyai hubungan negatifdan konsumsi beras mempunyi hubungan positif terhadap impor beras. | en_US |