Show simple item record

dc.contributor.authorPrasetyo, Dhimas Yudho
dc.date.accessioned2026-05-13T04:04:57Z
dc.date.available2026-05-13T04:04:57Z
dc.date.issued2026
dc.identifier.uridspace.uii.ac.id/123456789/62540
dc.description.abstractLatar belakang: Diabetes melitus (DM) merupakan gangguan metabolik yang ditandai oleh peningkatan kadar glukosa darah akibat gangguan sekresi maupun kerja insulin. Prevalensi DM tipe 2 di Indonesia terus meningkat seiring pertambahan jumlah penduduk usia dewasa. Perkembangan penyakit ini dipengaruhi oleh faktor yang tidak dapat diubah seperti usia dan riwayat keluarga, serta faktor yang dapat dimodifikasi seperti pola makan dan gaya hidup. Ketidakseimbangan pola makan ditandai tingginya konsumsi makanan berisiko dan rendahnya asupan buah serta sayur dapat memperburuk kontrol glikemik. Selain itu, semakin lama seseorang menderita DM, semakin besar risiko terjadinya komplikasi, khususnya pada pasien dengan kebiasaan konsumsi makanan yang tidak sehat. Hal ini menegaskan peran penting pola makan dalam pencegahan dan pengendalian komplikasi DM tipe 2. Tujuan: Mengetahui hubungan antara lama terdiagnosis DM tipe 2 dengan pola konsumsi makanan dan minuman pada pasien DM tipe 2. Metode: Penelitian kuantitatif ini menggunakan desain cross-sectional dengan menganalisis data Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023 dari Kementerian Kesehatan. Analisis dilakukan menggunakan uji Chi-Square. Variabel yang dikaji mencakup durasi diagnosis DM tipe 2, usia, jenis kelamin, status perkawinan, pendidikan, serta berbagai jenis konsumsi pangan seperti makanan manis, minuman manis, minuman bersoda, minuman berenergi, makanan cepat saji, serealia, umbi berpati, gula dan olahannya, sayur, buah, alkohol, serta kadar HbA1C. Hasil: Sebanyak 6.347 pasien DM tipe 2 dari SKI 2023 dianalisis. Tiga variabel menunjukkan hubungan signifikan dengan durasi DM, yaitu konsumsi makanan manis, sayur, dan umbi berpati. Sementara itu, konsumsi minuman manis, minuman bersoda, minuman berenergi, buah, makanan cepat saji, serealia, dan sirup tidak menunjukkan hubungan signifikan. Kesimpulan: Durasi DM tipe 2 memiliki hubungan dengan konsumsi makanan manis, sayur, dan umbi berpati.en_US
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectDurasi Diagnosisen_US
dc.subjectDiabetes Melitus Tipe 2en_US
dc.subjectData SKI 2023en_US
dc.subjectPola Makanen_US
dc.subjectKonsumsi makanan berisikoen_US
dc.titleHubungan Durasi Terdiagnosis dengan Pola Makan Pada Penderita DM Tipe 2 Berdasarkan Analisis Data SKI 2023en_US
dc.typeThesisen_US
dc.Identifier.NIM22711147


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record