Show simple item record

dc.contributor.authorUmam, Alfa Arsyad
dc.date.accessioned2026-05-13T03:21:06Z
dc.date.available2026-05-13T03:21:06Z
dc.date.issued2026
dc.identifier.uridspace.uii.ac.id/123456789/62526
dc.description.abstractLatar belakang: Data laporan WHO (tahun 2003) menunjukkan hanya 50% pasien DM di negara maju dapat mematuhi pengobatan yang diberikan. Sedangkan, untuk kepatuhan pengobatan pada terapi penyakit kronis di negara berkembang rata-rata hanya 50%. Tingkat pengetahuan dan faktor demografis lainnya berhubungan terhadap ketidakpatuhan pengobatan pasien DM jangka panjang. Pasien yang mempunyai tingkat kepatuhan rendah mengakibatkan kadar HbA1c yang tinggi. Tujuan Penelitian: Mengetahui hubungan sosiodemografi terhadap kepatuhan penggunaan obat pada pasien Diabetes Melitus tipe 2. Metode Penelitian: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif yang menggunakan cara cross-sectional dengan menganalisis data Survei Kesehatan Indonesia (SKI) dari Kementrian Kesehatan tahun 2023. Penelitian ini menggunakan uji Chi-Square untuk menganalisis data yang hanya memiliki 2 variabel dan uji regresi logistik untuk menganalisis data yang memiliki >2 variabel serta data yang dianalisis adalah dalam bentuk data kategorikal. Variabel yang digunakan dalam penelitian ini meliputi tempat tinggal, jenis kelamin, status kawin, umur, pendidikan terakhir, status pekerjaan, patuh pengobatan, pengetahuan informasi obat DM tipe 2, dan lama terdiagnosis. Hasil: Penelitian ini melibatkan 7028 pasien DM tipe 2 yang terdaftar dalam Survei Kesehatan Indonesia (SKI) tahun 2023. Hasil analisis menunjukkan, hanya terdapat 3 variabel yang mempengaruhi kepatuhan konsumsi obat yang terdiri dari jenis kelamin (p-value: 0,035), dimana perempuan lebih patuh pengobatan, lalu status pekerjaan seperti wiraswasta (p-value: 0,024), petani (p-value: 0,003), nelayan (p-value: 0,029), dan buruh/sopir/pembantu rumah tangga (p-value: 0,012), serta informasi konsumsi obat DM tipe 2 (p-value: 0,000). Terdapat juga beberapa variabel yang tidak signifikan seperti tempat tinggal, status kawin, umur, tingkat pendidikan, status pekerjaan yang terdiri dari tidak bekerja, sekolah, PNS/TNI/Polri/BUMN/BUMD, pegawai swasta, dan lama terdiagnosis. Kesimpulan: Jenis kelamin perempuan, beberapa status pekerjaan, dan pengetahuan informasi konsumsi obat DM tipe 2 harus secara terus-menerus/ seumur hidup ternyata mempengaruhi kepatuhan pengobatan DM tipe 2.en_US
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectSosiodemografisen_US
dc.subjectKepatuhanen_US
dc.subjectDiabetes Melitus tipe 2en_US
dc.subjectData SKI 2023en_US
dc.titleHubungan Sosiodemografis Terhadap Kepatuhan Penggunaan Obat Pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2en_US
dc.typeThesisen_US
dc.Identifier.NIM22711191


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record