Hubungan Sosiodemografis Terhadap Kepatuhan Penggunaan Obat Pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2
Abstract
Latar belakang: Data laporan WHO (tahun 2003) menunjukkan hanya 50%
pasien DM di negara maju dapat mematuhi pengobatan yang diberikan.
Sedangkan, untuk kepatuhan pengobatan pada terapi penyakit kronis di negara
berkembang rata-rata hanya 50%. Tingkat pengetahuan dan faktor demografis
lainnya berhubungan terhadap ketidakpatuhan pengobatan pasien DM jangka
panjang. Pasien yang mempunyai tingkat kepatuhan rendah mengakibatkan kadar
HbA1c yang tinggi.
Tujuan Penelitian: Mengetahui hubungan sosiodemografi terhadap kepatuhan
penggunaan obat pada pasien Diabetes Melitus tipe 2.
Metode Penelitian: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif yang
menggunakan cara cross-sectional dengan menganalisis data Survei Kesehatan
Indonesia (SKI) dari Kementrian Kesehatan tahun 2023. Penelitian ini
menggunakan uji Chi-Square untuk menganalisis data yang hanya memiliki 2
variabel dan uji regresi logistik untuk menganalisis data yang memiliki >2 variabel
serta data yang dianalisis adalah dalam bentuk data kategorikal. Variabel yang
digunakan dalam penelitian ini meliputi tempat tinggal, jenis kelamin, status kawin,
umur, pendidikan terakhir, status pekerjaan, patuh pengobatan, pengetahuan
informasi obat DM tipe 2, dan lama terdiagnosis.
Hasil: Penelitian ini melibatkan 7028 pasien DM tipe 2 yang terdaftar dalam Survei
Kesehatan Indonesia (SKI) tahun 2023. Hasil analisis menunjukkan, hanya
terdapat 3 variabel yang mempengaruhi kepatuhan konsumsi obat yang terdiri dari
jenis kelamin (p-value: 0,035), dimana perempuan lebih patuh pengobatan, lalu
status pekerjaan seperti wiraswasta (p-value: 0,024), petani (p-value: 0,003),
nelayan (p-value: 0,029), dan buruh/sopir/pembantu rumah tangga (p-value:
0,012), serta informasi konsumsi obat DM tipe 2 (p-value: 0,000). Terdapat juga
beberapa variabel yang tidak signifikan seperti tempat tinggal, status kawin, umur,
tingkat pendidikan, status pekerjaan yang terdiri dari tidak bekerja, sekolah,
PNS/TNI/Polri/BUMN/BUMD, pegawai swasta, dan lama terdiagnosis.
Kesimpulan: Jenis kelamin perempuan, beberapa status pekerjaan, dan
pengetahuan informasi konsumsi obat DM tipe 2 harus secara terus-menerus/
seumur hidup ternyata mempengaruhi kepatuhan pengobatan DM tipe 2.
Collections
- Medical Education [2860]
