Show simple item record

dc.contributor.authorNugraha, Ardhian Cahya
dc.date.accessioned2026-05-13T03:05:28Z
dc.date.available2026-05-13T03:05:28Z
dc.date.issued2026
dc.identifier.uridspace.uii.ac.id/123456789/62522
dc.description.abstractLatar Belakang: Leaky gut adalah suatu kondisi yang melibatkan peningkatan permeabilitas usus, yang dapat mempengaruhi kesehatan secara sistemik dan berkontribusi pada berbagai penyakit kronis. Berbagai metode telah dikembangkan untuk menginduksi leaky gut pada hewan percobaan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi berbagai metode yang digunakan untuk menginduksi kondisi leaky gut pada model hewan rodent, serta mengevaluasi indikator-indikator yang digunakan untuk menilai keberhasilan induksi tersebut. Metode: Penelitian dilakukan dengan pendekatan scoping review menggunakan panduan Preferred Reporting Items for Scoping Review (PRISMA-ScR). Artikel diperoleh dari basis data PubMed, SpringerLink, ScienceDirect, dan Google Scholar dengan kriteria publikasi tahun 2016-2025. Proses seleksi melibatkan tahap identifikasi, skrining, eligibilitas, dan inklusi serta dianalisis menggunakan tabel ekstraksi data. Hasil: Sebanyak 15 penelitian yang memenuhi kriteria inklusi dianalisis. Ditemukan berbagai metode induksi leaky gut, termasuk modifikasi diet (tinggi lemak, diet tinggi protein, defisiensi vitamin A dan D, serta maltodextrin) serta metode kimiawi (alkohol, indometasin, fluoride, dan iota toxin efektif). Metode stres (simulated weightlessness, latihan berlebihan, implantasi kortikosteron, dan cedera iskemia-reperfusi), dan menggunakan metode infeksi bakteriofag serta modifikasi genetik hiperurisemia. Evaluasi leaky gut pada sebagian besar penelitian menggunakan biomarker serum/plasma (FITC-dextran, D-lactate, DAO, LPS, zonulin, dan MCP-1), sitokin inflamasi (TNF-α, IL-1β, dan IL-6), gambaran histologi dan ultrastruktur (pemendekan dan fusi vilus, kerusakan mikrovili), serta didukung oleh penurunan ekspresi protein tight junction seperti ZO-1, occludin, dan claudin. Penelitian ini menunjukkan bahwa leaky gut merupakan kondisi multifaktorial yang melibatkan interaksi antara epitel, sistem imun, dan mikrobiota. Kesimpulan: Semua metode induksi secara konsisten menunjukkan gangguan pada usus yang ditunjukkan oleh peningkatan marker permeabilitas usus, perubahan struktural, penurunan ekspresi protein tight junction, kerusakan mukus, serta peningkatan sitokin proinflamasi dan aktivasi jalur imun. Hal ini menunjukkan bahwa leaky gut adalah kondisi multifaktorial yang melibatkan berbagai faktor yang saling berinteraksi. Pemilihan model induksi yang sesuai dengan tujuan penelitian sangat penting untuk memperoleh hasil yang relevan dan efektif.en_US
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.titleModel Hewan Rodent dalam Induksi Leaky Gut: Sebuah Studi Scoping Reviewen_US
dc.typeThesisen_US
dc.Identifier.NIM22711072


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record