Model Hewan Rodent dalam Induksi Leaky Gut: Sebuah Studi Scoping Review
Abstract
Latar Belakang: Leaky gut adalah suatu kondisi yang melibatkan peningkatan
permeabilitas usus, yang dapat mempengaruhi kesehatan secara sistemik dan
berkontribusi pada berbagai penyakit kronis. Berbagai metode telah
dikembangkan untuk menginduksi leaky gut pada hewan percobaan.
Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi berbagai metode yang
digunakan untuk menginduksi kondisi leaky gut pada model hewan rodent, serta
mengevaluasi indikator-indikator yang digunakan untuk menilai keberhasilan
induksi tersebut.
Metode: Penelitian dilakukan dengan pendekatan scoping review menggunakan
panduan Preferred Reporting Items for Scoping Review (PRISMA-ScR). Artikel
diperoleh dari basis data PubMed, SpringerLink, ScienceDirect, dan Google
Scholar dengan kriteria publikasi tahun 2016-2025. Proses seleksi melibatkan
tahap identifikasi, skrining, eligibilitas, dan inklusi serta dianalisis menggunakan
tabel ekstraksi data.
Hasil: Sebanyak 15 penelitian yang memenuhi kriteria inklusi dianalisis.
Ditemukan berbagai metode induksi leaky gut, termasuk modifikasi diet (tinggi
lemak, diet tinggi protein, defisiensi vitamin A dan D, serta maltodextrin) serta
metode kimiawi (alkohol, indometasin, fluoride, dan iota toxin efektif). Metode stres
(simulated weightlessness, latihan berlebihan, implantasi kortikosteron, dan
cedera iskemia-reperfusi), dan menggunakan metode infeksi bakteriofag serta
modifikasi genetik hiperurisemia. Evaluasi leaky gut pada sebagian besar
penelitian menggunakan biomarker serum/plasma (FITC-dextran, D-lactate, DAO,
LPS, zonulin, dan MCP-1), sitokin inflamasi (TNF-α, IL-1β, dan IL-6), gambaran
histologi dan ultrastruktur (pemendekan dan fusi vilus, kerusakan mikrovili), serta
didukung oleh penurunan ekspresi protein tight junction seperti ZO-1, occludin,
dan claudin. Penelitian ini menunjukkan bahwa leaky gut merupakan kondisi
multifaktorial yang melibatkan interaksi antara epitel, sistem imun, dan mikrobiota.
Kesimpulan: Semua metode induksi secara konsisten menunjukkan gangguan
pada usus yang ditunjukkan oleh peningkatan marker permeabilitas usus,
perubahan struktural, penurunan ekspresi protein tight junction, kerusakan mukus,
serta peningkatan sitokin proinflamasi dan aktivasi jalur imun. Hal ini menunjukkan
bahwa leaky gut adalah kondisi multifaktorial yang melibatkan berbagai faktor yang
saling berinteraksi. Pemilihan model induksi yang sesuai dengan tujuan penelitian
sangat penting untuk memperoleh hasil yang relevan dan efektif.
Collections
- Medical Education [2860]
