| dc.description.abstract | Latar Belakang: Asma bronkial ditandai oleh gejala sesak napas, batuk, mengi,
dan rasa berat di dada akibat obstruksi jalan napas yang bersifat reversibel dan
hiperresponsivitas bronkus. Derajat keparahan asma dipengaruhi oleh berbagai
faktor predisposisi dan presipitasi, seperti jenis kelamin, usia, riwayat atopi, riwayat
keluarga, status gizi, paparan alergen, polusi, serta perilaku merokok. Tingginya
prevalensi asma di Yogyakarta serta terbatasnya penelitian yang mengkaji
hubungan faktor risiko dengan derajat keparahan asma pada pasien dewasa
menjadi dasar perlunya penelitian lebih lanjut di Rumah Sakit Paru Respira Bantul.
Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor risiko yang dapat
memeperberat derajat keparahan asma
Metode: Jenis penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain
cross sectional. Penelitian ini dilaksanakan dengan menganalisis data rekam
medis 67 pasien asma dewasa periode 2022-2023 di RS Paru Respira Bantul.
Data diolah menggunakan SPSS dan dilakukan analisis univariat, bivariat dengan
uji chi-square, dan multivariat dengan uji regresi logistik.
Hasil: Hasil penelitian menyatakan sebagian besar pasien mengalami asma
persisten derajat sedang dan berat (58,2%). Pada analisis bivariat, jenis kelamin
perempuan berhubungan signifikan dengan derajat keparahan asma (p=0,022;
OR=3,214), demikian pula riwayat keluarga (p=0,019; OR=5,778), riwayat atopi
(p=0,002; OR=5,953), dan obesitas (p=0,007; OR=4,050). Variabel usia tidak
menunjukkan hubungan yang signifikan dengan derajat keparahan asma
(p=0,517). Pada analisis multivariat, riwayat keluarga (p=0,017), riwayat atopi
(p=0,004), dan obesitas (p=0,05) merupakan faktor yang berpengaruh signifikan
terhadap derajat keparahan asma, sedangkan jenis kelamin tidak lagi
menunjukkan pengaruh yang bermakna secara statistik.
Kesimpulan: Riwayat keluarga, riwayat atopi, dan obesitas mempengaruhi derajat
keparahan asma. Jenis kelamin berpengaruh pada analisis bivariat, tetapi tidak
pada analisis multivariat, sedangkan usia tidak berpengaruh terhadap derajat
keparahan asma. | en_US |