Show simple item record

dc.contributor.authorQotrunnada, Rezqia Zahra
dc.date.accessioned2026-05-13T02:39:05Z
dc.date.available2026-05-13T02:39:05Z
dc.date.issued2026
dc.identifier.uridspace.uii.ac.id/123456789/62513
dc.description.abstractLatar Belakang: Asma bronkial ditandai oleh gejala sesak napas, batuk, mengi, dan rasa berat di dada akibat obstruksi jalan napas yang bersifat reversibel dan hiperresponsivitas bronkus. Derajat keparahan asma dipengaruhi oleh berbagai faktor predisposisi dan presipitasi, seperti jenis kelamin, usia, riwayat atopi, riwayat keluarga, status gizi, paparan alergen, polusi, serta perilaku merokok. Tingginya prevalensi asma di Yogyakarta serta terbatasnya penelitian yang mengkaji hubungan faktor risiko dengan derajat keparahan asma pada pasien dewasa menjadi dasar perlunya penelitian lebih lanjut di Rumah Sakit Paru Respira Bantul. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor risiko yang dapat memeperberat derajat keparahan asma Metode: Jenis penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross sectional. Penelitian ini dilaksanakan dengan menganalisis data rekam medis 67 pasien asma dewasa periode 2022-2023 di RS Paru Respira Bantul. Data diolah menggunakan SPSS dan dilakukan analisis univariat, bivariat dengan uji chi-square, dan multivariat dengan uji regresi logistik. Hasil: Hasil penelitian menyatakan sebagian besar pasien mengalami asma persisten derajat sedang dan berat (58,2%). Pada analisis bivariat, jenis kelamin perempuan berhubungan signifikan dengan derajat keparahan asma (p=0,022; OR=3,214), demikian pula riwayat keluarga (p=0,019; OR=5,778), riwayat atopi (p=0,002; OR=5,953), dan obesitas (p=0,007; OR=4,050). Variabel usia tidak menunjukkan hubungan yang signifikan dengan derajat keparahan asma (p=0,517). Pada analisis multivariat, riwayat keluarga (p=0,017), riwayat atopi (p=0,004), dan obesitas (p=0,05) merupakan faktor yang berpengaruh signifikan terhadap derajat keparahan asma, sedangkan jenis kelamin tidak lagi menunjukkan pengaruh yang bermakna secara statistik. Kesimpulan: Riwayat keluarga, riwayat atopi, dan obesitas mempengaruhi derajat keparahan asma. Jenis kelamin berpengaruh pada analisis bivariat, tetapi tidak pada analisis multivariat, sedangkan usia tidak berpengaruh terhadap derajat keparahan asma.en_US
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectAsma Bronkialen_US
dc.subjectDerajat Keparahan Asmaen_US
dc.subjectFaktor Risikoen_US
dc.subjectJenis Kelaminen_US
dc.subjectRiwayat Keluargaen_US
dc.subjectObesitasen_US
dc.subjectRiwayat Atopien_US
dc.subjectUsiaen_US
dc.titleFaktor Risiko Derajat Keparahan Asma Pada Pasien Asma Bronkial Dewasa di RS Paru Respira Bantulen_US
dc.typeThesisen_US
dc.Identifier.NIM22711071


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record