Analisis Model Keuntungan Pedagang Pasar Tradisional di Kabupaten Sleman
Abstract
Keuntungan (laba) secara umum adalah selisih dari pendapatan di atas biaya biayanya dalam jangka waktu (periode) tertentu (Harnanto, 2003). Laba adalah perbedaan antara pendapatan dengan beban jika pendapatan melebihi beban maka hasilnya adalah laba bersih (Simamora,2000) . Data yang digunakan adalah data primer yang diperoleh dengan data pertanyaan (kuisioner) secara kuantitatif dan kualitatif. Data yang diperoleh dari penjual pedagang pasar tradisional di daerah kabupaten sleman dengan jumlah 50 responden. Setelah mendapatkan data yang diperoleh dari menyebar kuisioner maka penguji melakukan uji kuisioner. Uji yang digunakan untuk uji kuisioner adalah uji validitas dan uji reliabilitas. Sebagaimana telah dijelaskan pada bab sebelumnya yaitu model yang digunakan sebagai alat analisis adalah Regresi Kuadrat Terkecil/OLS (Ordinary Least Square) dengan data deret hitung (Cross section). Model OLS ini digunakan untuk menguji spesifikasi model dan kesesuaian teori dengan kenyataan. Pengujian dalam analisis ini menggunakan program komputer Ekonometric Eviews. Pembahasan dilakukan secara ekonometrik. Pada penelitian ini didapatkan hasil bahwa Modal berpengaruh positif dan signifikan terhadap keuntungan pedagang, jumlah konsumen berpengaruh positif dan signifikan terhadap keuntungan pedagang, pengalaman berdagang berpengaruh positif dan signifikan terhadap keuntungan pedagang, jam dagang berpengaruh positif dan signifikan terhadapap jumlah keuntungan pedagang pasar tradisional di Kabupaten Sleman.
Collections
- Economics [2634]
