| dc.description.abstract | Pendidikan adalah proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi pada dirinya. Setiap warga Negara Indonesia mempunyai hak untuk mendapatkan pendidikan yang layak meskipun seseorang tersebut mempunyai kekurangan fisik yang dimilikinya. Untuk mengatasi bahwa adanya kecacatan fisik dalam diri anak maka diadakannya sekolah inklusif. Bahwa dalam prakteknya dalam satu ruangan terdapat siswa awas maupun siswa tunanetra. Dalam penelitian ini untuk memperoleh informasi bagaimana strategi dan penerapan pembelajaran pendidikan agama islam yang memiliki tujuan yaitu menumbuhkan aqidah untuk anak tunanetra serta untuk mengetahui faktor pendukung dan penghambat dalam proses pembelajaran anak tunanetra. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan sifat deskriptif analitik. Pengumpulan data dilakukan oleh peneliti dengan menggunakan data primer dan data sekunder. Data primer yaitu kepala sekolah dan guru yang mengampu mata pelajaran Pendidikan Agama Ialam MAN Maguwoharjo. Dengan melakukan observasi, interview dan dokumentasi. Hasil penelitian yang menunujukkan Strategi yang digunakan di MAN Maguwoharjo strategi yang sekiranya bisa diikuti oleh peserta didik awas mauun tunanetra. Strategi yang diterapkan yaitu strategi pembelajaran langsung yang didalamnya menggunakan strategi pembelajaran tak langsung. strategi pembelajaran interaktif, strategi pembelajaran empiric dan strategi pembelajaran mandiri. faktor pendukungnya adanya guru pendamping peserta didik tunanetra. Serta penyediaan alat rekam oleh pihak sekolah bagi peserta didik tunanetra yang membutuhkan. Faktor penghambat yang yaitu kurangmya fasilitas buku mata pelajaran untuk peserta didik tunanetra yang disediakan, kurangnya waktu luang untuk merekam materi yang suasananya kondusif, tidak adanya pelatihan khusus untuk guru pengampu mata pelajaran dengan begitu untuk mengoreksi hasil kerja peserta didik tuannetra terkadang membutuhkan bantuan dari guru pendamping itu sendiri. Serta faktor penghambat lainnya kelas yang rame yang didominasi oleh peserta didik awas membuat konsentrasi peserta didik tunanetra menjadi berkurang. | en_US |