Show simple item record

dc.contributor.authorJohan, Khadijah Rahma
dc.date.accessioned2026-05-11T04:16:29Z
dc.date.available2026-05-11T04:16:29Z
dc.date.issued2025
dc.identifier.uridspace.uii.ac.id/123456789/62431
dc.description.abstractLatar belakang: Siklus menstruasi yang bervariasi antar perempuan berisiko menimbulkan iregularitas, seringkali diobati dengan kontrasepsi yang memiliki efek samping. Puasa, sebagai praktik menahan lapar dan haus, diyakini dapat memengaruhi siklus ini. Scoping review ini menyelidiki hubungan antara puasa terhadap siklus menstruasi dan hormon yang memengaruhinya. Scoping review ini bertujuan untuk menggambarkan karakteristik & hasil penelitian hubungan puasa terhadap siklus menstruasi dan hormon yang memengaruhinya. Metode: Sumber data yang digunakan adalah original article dengan topik sesuai dengan judul, berbahasa Inggris, dan dipublikasikan tahun 2014-2024. Database meliputi Pubmed, Science Direct, Springer Link, dan EBSCO. Artikel diseleksi dengan PRISMA-ScR, lalu dilakukan ekstraksi data, item data, dan sintesis hasil untuk menjawab tujuan review. Hasil: Ditemukan 5 artikel dengan subjek perempuan usia reproduksi. Satu studi menunjukkan bahwa jenis puasa TRF berhubungan dengan perbaikan siklus menstruasi pada individu PCOS anovulasi sebesar 73.3% dengan menghambat produksi hormon leptin dan meningkatkan ekspresi FGF-21. Namun, studi lain menemukan bahwa jenis puasa Ramadan tidak memengaruhi siklus menstruasi. Puasa diduga memengaruhi siklus menstruasi melalui hubungannya dengan regulasi hormonal. Empat penelitian mengukur pengaruh puasa terhadap hormon seperti LH, FSH, rasio LH/FSH, estradiol, dan progesteron. Satu penelitian melaporkan penurunan signifikan hormon estradiol setelah puasa akut 48 jam akibat dari pembatasan kalori, tetapi dapat berisiko amenorea pada individu sehat. Sedangkan, hubungan puasa dengan hormon lain menunjukkan inkonsistensi hasil antar penelitian. Kesimpulan: Beberapa jenis puasa berhubungan dengan siklus menstruasi dan hormon yang memengaruhinya. Puasa akut 48 jam mampu menurunkan jumlah estradiol secara signifikan. Puasa jenis TRF (time restricted feeding) berhubungan dengan perbaikan siklus menstruasi pada perempuan dengan gangguan hormon berupa PCOS anovulasi. Puasa Ramadan tidak berpengaruh signifikan pada durasi siklus menstruasi dan beberapa parameter hormon yang memengaruhinya. Perbedaan standar protokol penelitian antara satu sama lain menyebabkan variasi hasil sehingga diperlukan lebih banyak penelitian memetakan hubungan puasa terhadap siklus menstruasi dan hormon yang memengaruhinya.en_US
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.titleKajian Hubungan Puasa Terhadap Siklus Menstruasi dan Hormon yang memengaruhi: Sebuah Studi Scoping Reviewen_US
dc.typeThesisen_US
dc.Identifier.NIM22711116


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record