Kajian Hubungan Puasa Terhadap Siklus Menstruasi dan Hormon yang memengaruhi: Sebuah Studi Scoping Review
Abstract
Latar belakang: Siklus menstruasi yang bervariasi antar perempuan berisiko
menimbulkan iregularitas, seringkali diobati dengan kontrasepsi yang memiliki efek
samping. Puasa, sebagai praktik menahan lapar dan haus, diyakini dapat
memengaruhi siklus ini. Scoping review ini menyelidiki hubungan antara puasa
terhadap siklus menstruasi dan hormon yang memengaruhinya. Scoping review
ini bertujuan untuk menggambarkan karakteristik & hasil penelitian hubungan
puasa terhadap siklus menstruasi dan hormon yang memengaruhinya.
Metode: Sumber data yang digunakan adalah original article dengan topik sesuai
dengan judul, berbahasa Inggris, dan dipublikasikan tahun 2014-2024. Database
meliputi Pubmed, Science Direct, Springer Link, dan EBSCO. Artikel diseleksi
dengan PRISMA-ScR, lalu dilakukan ekstraksi data, item data, dan sintesis hasil
untuk menjawab tujuan review.
Hasil: Ditemukan 5 artikel dengan subjek perempuan usia reproduksi. Satu studi
menunjukkan bahwa jenis puasa TRF berhubungan dengan perbaikan siklus
menstruasi pada individu PCOS anovulasi sebesar 73.3% dengan menghambat
produksi hormon leptin dan meningkatkan ekspresi FGF-21. Namun, studi lain
menemukan bahwa jenis puasa Ramadan tidak memengaruhi siklus menstruasi.
Puasa diduga memengaruhi siklus menstruasi melalui hubungannya dengan
regulasi hormonal. Empat penelitian mengukur pengaruh puasa terhadap hormon
seperti LH, FSH, rasio LH/FSH, estradiol, dan progesteron. Satu penelitian
melaporkan penurunan signifikan hormon estradiol setelah puasa akut 48 jam
akibat dari pembatasan kalori, tetapi dapat berisiko amenorea pada individu sehat.
Sedangkan, hubungan puasa dengan hormon lain menunjukkan inkonsistensi
hasil antar penelitian.
Kesimpulan: Beberapa jenis puasa berhubungan dengan siklus menstruasi dan
hormon yang memengaruhinya. Puasa akut 48 jam mampu menurunkan jumlah
estradiol secara signifikan. Puasa jenis TRF (time restricted feeding) berhubungan
dengan perbaikan siklus menstruasi pada perempuan dengan gangguan hormon
berupa PCOS anovulasi. Puasa Ramadan tidak berpengaruh signifikan pada
durasi siklus menstruasi dan beberapa parameter hormon yang memengaruhinya.
Perbedaan standar protokol penelitian antara satu sama lain menyebabkan variasi
hasil sehingga diperlukan lebih banyak penelitian memetakan hubungan puasa
terhadap siklus menstruasi dan hormon yang memengaruhinya.
Collections
- Medical Education [2827]
