Show simple item record

dc.contributor.authorAthiya, Naura
dc.date.accessioned2026-05-11T03:58:18Z
dc.date.available2026-05-11T03:58:18Z
dc.date.issued2025
dc.identifier.uridspace.uii.ac.id/123456789/62418
dc.description.abstractLatar Belakang: Hiperlipidemia merupakan kondisi yang ditandai dengan peningkatan low-density lipoprotein (LDL). Berdasarkan data dari Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2018 mengenai faktor risiko penyakit kardiovaskular, menunjukkan bahwa sekitar 12% penduduk Indonesia memiliki kadar kolesterol low-density lipoprotein (LDL) yang tergolong tinggi. Dalam pencegahan risiko penyakit kardiovaskular, bawang putih (Allium sativum) sebagai tanaman herbal diketahui berperan penting untuk mengurangi risiko PKVA melalui penurunan kadar kolesterol total, LDL, dan trigliserida karena adanya senyawa organosulfur. Senyawa tersebut berupa S-allylcystein, alliin, dan komponen allyl sulfide yang memiliki efek farmakologis sebagai antihiperlipidemia. Salah satu varietas bawang putih, yaitu bawang putih siung tunggal, menunjukkan kadar alliin yang lebih tinggi daripada bawang putih biasa. Hal ini ditunjukkan dengan angka 411,4 mg/mL dan 360 mg/mL pada bawang putih siung tunggal dan bawang putih biasa berturut- turut. Penelitian yang melihat pengaruh pemberian ekstrak akuades bawang putih siung tunggal terhadap kadar LDL masih terbatas sehingga perlu dilakukan penelitian untuk melihat hal tersebut. Tujuan Penelitian: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian ekstrak akuades bawang putih siung tunggal dalam perubahan kadar LDL pada tikus yang diinduksi high fat diet. Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan desain post-test only randomized control group pada sampel darah. Hewan coba yang digunakan adalah tikus putih jantan galur wistar (Rattus norvegicus) dengan total jumlah hewan coba adalah 14 hewan coba, terbagi menjadi kelompok kontrol (K1) dan kelompok perlakuan (K2). Setelah dilakukan induksi HFD selama 28 hari, selanjutnya intervensi ekstrak akuades bawang putih siung tunggal pada K2 selama 14 hari. Tahap akhir penelitian adalah pengambilan sampel darah tikus dari pleksus retro-orbita dan dilanjutkan analisis serum darah. Hasil: Uji normalitas dari kadar LDL serum darah di K1 dan K2 menunjukkan nilai signifikansi p=0,375 dan p=0,122, yang berarti p>0,05 atau data terdistribusi normal. Selanjutnya, analisis statistika dilakukan untuk mengetahui perbedaan nilai LDL serum darah pada kedua kelompok percobaan dan didapatkan hasil tidak signifikan, yaitu p=0,056 (p>0,05). Kesimpulan: Dari analisis statistika yang dilakukan, dapat disimpulkan bahwa ekstrak akuades bawang putih siung tunggal tidak memiliki pengaruh yang signifikan untuk menurunkan kadar LDL.en_US
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectHigh Fat Dieten_US
dc.subjectBawang Putih Siung Tunggalen_US
dc.subjectKadar LDLen_US
dc.subjectTikus Wistaren_US
dc.titlePengaruh Pemberian Ekstrak Akuades Bawang Putih Siung Tunggal (Allium Sativum) Terhadap Kadar LDL Darah Tikus yang diinduksi High Fat Dieten_US
dc.typeThesisen_US
dc.Identifier.NIM22711060


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record