Potensi Ekstrak Zaitun (Olea Europaea) Sebagai Antihiperglikemia : A Scoping Review
Abstract
Latar belakang : Hiperglikemia merupakan kondisi peningkatan kadar glukosa
darah di atas normal yang sering dijumpai pada diabetes melitus. Penggunaan
obat antidiabetes seperti metformin efektif namun sering disertai efek samping
Salah satu alternatif terapi yang menjanjikan adalah pemanfaatan bahan alami,
seperti ekstrak zaitun (Olea europaea), yang diketahui mengandung senyawa
bioaktif seperti oleuropein dan hydroxytyrosol dengan potensi antihiperglikemia
melalui mekanisme antioksidan dan peningkatan sensitivitas insulin.
Tujuan: Meninjau dan memetakan bukti ilmiah terkait potensi ekstrak zaitun (Olea
europaea) sebagai agen antihiperglikemia melalui analisis berbagai penelitian
eksperimental dan klinis.
Metode: Penelitian ini menggunakan metode scoping review dengan menganalisis
artikel dari database PubMed, Google Scholar, dan Scopus menggunakan
kombinasi kata kunci “Olive” OR “Oleuropein” AND “Diabetes mellitus” OR
“Hyperglycemia.” Artikel yang diseleksi merupakan original articles berbahasa
Inggris dengan desain observasional dan eksperimental yang dipublikasikan
antara tahun 2020–2025. Proses seleksi mengikuti panduan Preferred Reporting
Items for Scoping Reviews (PRISMA-ScR).
Hasil: Dari 1.313 artikel yang ditemukan, 7 memenuhi kriteria inklusi (5 penelitian
in vivo dan 2 uji klinis). Hasil menunjukkan bahwa ekstrak zaitun, terutama extra
virgin olive oil (EVOO), dapat menurunkan kadar glukosa darah, memperbaiki
fungsi sel β pankreas, dan meningkatkan sensitivitas insulin. Pada hewan, dosis
0,45–10 mL/kgBB/hari selama 2–4 minggu efektif menurunkan glukosa,
sedangkan pada manusia, konsumsi EVOO 25–52 mL/hari selama 12 minggu
menurunkan glukosa puasa dan HbA1c serta meningkatkan hormon inkretin (GLP-
1 dan GIP). Mekanismenya melibatkan efek antioksidan, antiinflamasi, dan
stimulasi sekresi insulin.
Kesimpulan: Ekstrak zaitun bentuk extra virgin olive oil, memiliki potensi signifikan
sebagai agen antihiperglikemia melalui mekanisme antioksidan, antiinflamasi, dan
peningkatan sekresi insulin. Hasil ini mendukung pemanfaatan zaitun sebagai
terapi komplementer yang aman bagi penderita diabetes melitus tipe 2.
Collections
- Medical Education [2827]
