Show simple item record

dc.contributor.authorAriyani
dc.date.accessioned2026-05-11T01:46:10Z
dc.date.available2026-05-11T01:46:10Z
dc.date.issued2026
dc.identifier.uridspace.uii.ac.id/123456789/62365
dc.description.abstractTuberkulosis (TB) masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di Kota Pagar Alam, Sumatera Selatan, dengan kasus TB yang melebihi target eliminasi nasional. Sistem Informasi Tuberkulosis (SITB) di puskesmas seharusnya berperan strategis dalam pencatatan dan pelaporan TB, namun pemanfaatannya belum optimal, khususnya terkait keterlibatan apoteker dalam pengelolaan logistik obat dan pemantauan terapi. Ketidakoptimalan ini dipengaruhi oleh kurangnya kolaborasi lintas profesi, ketiadaan kebijakan formal, serta keterbatasan pelatihan dan dukungan anggaran. Padahal, peran apoteker penting untuk meningkatkan akurasi data, efektivitas pengelolaan obat, dan mutu pelayanan TB di puskesmas. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi peran apoteker dalam SITB di puskesmas, mengidentifikasi hambatan yang dihadapi, dan menganalisis dampak rendahnya penggunaan SITB terhadap pengelolaan obat dan pelayanan pasien TB. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi lapangan, wawancara mendalam dan Focus Group Discussion (FGD) dengan pengelola SITB di Dinas Kesehatan, apoteker, pengelola program TB, dan kepala puskesmas. Validitas data dijamin melalui triangulasi sumber, transferabilitas, dependabilitas, dan konfirmabilitas. Analisis data mengikuti model interaktif Miles dan Huberman Hasil penelitian menunjukkan bahwa potensi apoteker dalam pemanfaatan SITB di puskesmas belum terintegrasi optimal. Hambatan meliputi aspek human (pelatihan terbatas, beban kerja tinggi), organisasi dan manajemen (koordinasi dan dukungan manajemen minim), teknologi dan infrasruktur (perangkat dan jaringan terbatas). Kondisi ini berdampak pada pengelolaan stok obat yang kurang efisien, pelaporan yang tidak optimal, dan pengambilan keputusan yang belum sepenuhnya berbasis data. Penelitian ini menyimpulkan bahwa optimalisasi peran apoteker dan efektivitas SITB memerlukan kebijakan formal, peningkatan kompetensi dan jumlah SDM, pelatihan berkelanjutan, integrasi sistem, dukungan infrastruktur, kolaborasi lintas profesi, evaluasi rutin, dan insentif, untuk mendukung keberhasilan program TB di puskesmas.en_US
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectPeran Apotekeren_US
dc.subjectSistem Informasi Tuberkulosisen_US
dc.subjectManajemen Obaten_US
dc.subjectTuberkulosisen_US
dc.subjectKolaborasi Interprofesien_US
dc.titleAnalisis Potensi Peran Apoteker dalam Penggunaan Sistem Informasi Tuberkulosis (SITB) untuk mendukung Keberhasilan Terapi Pasien Tuberkulosis di Puskesmasen_US
dc.typeThesisen_US
dc.Identifier.NIM23924006


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record