Analisis Potensi Peran Apoteker dalam Penggunaan Sistem Informasi Tuberkulosis (SITB) untuk mendukung Keberhasilan Terapi Pasien Tuberkulosis di Puskesmas
Abstract
Tuberkulosis (TB) masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di Kota
Pagar Alam, Sumatera Selatan, dengan kasus TB yang melebihi target eliminasi
nasional. Sistem Informasi Tuberkulosis (SITB) di puskesmas seharusnya berperan
strategis dalam pencatatan dan pelaporan TB, namun pemanfaatannya belum
optimal, khususnya terkait keterlibatan apoteker dalam pengelolaan logistik obat
dan pemantauan terapi. Ketidakoptimalan ini dipengaruhi oleh kurangnya
kolaborasi lintas profesi, ketiadaan kebijakan formal, serta keterbatasan pelatihan
dan dukungan anggaran. Padahal, peran apoteker penting untuk meningkatkan
akurasi data, efektivitas pengelolaan obat, dan mutu pelayanan TB di puskesmas.
Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi peran apoteker dalam SITB di
puskesmas, mengidentifikasi hambatan yang dihadapi, dan menganalisis dampak
rendahnya penggunaan SITB terhadap pengelolaan obat dan pelayanan pasien TB.
Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan desain studi kasus.
Data dikumpulkan melalui observasi lapangan, wawancara mendalam dan Focus
Group Discussion (FGD) dengan pengelola SITB di Dinas Kesehatan, apoteker,
pengelola program TB, dan kepala puskesmas. Validitas data dijamin melalui
triangulasi sumber, transferabilitas, dependabilitas, dan konfirmabilitas. Analisis
data mengikuti model interaktif Miles dan Huberman
Hasil penelitian menunjukkan bahwa potensi apoteker dalam pemanfaatan
SITB di puskesmas belum terintegrasi optimal. Hambatan meliputi aspek human
(pelatihan terbatas, beban kerja tinggi), organisasi dan manajemen (koordinasi dan
dukungan manajemen minim), teknologi dan infrasruktur (perangkat dan jaringan
terbatas). Kondisi ini berdampak pada pengelolaan stok obat yang kurang efisien,
pelaporan yang tidak optimal, dan pengambilan keputusan yang belum sepenuhnya
berbasis data. Penelitian ini menyimpulkan bahwa optimalisasi peran apoteker dan
efektivitas SITB memerlukan kebijakan formal, peningkatan kompetensi dan
jumlah SDM, pelatihan berkelanjutan, integrasi sistem, dukungan infrastruktur,
kolaborasi lintas profesi, evaluasi rutin, dan insentif, untuk mendukung
keberhasilan program TB di puskesmas.
Collections
- Master of Pharmacy [35]
