• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Thesis
    • Master of Pharmacy
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Thesis
    • Master of Pharmacy
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    Analisis Potensi Peran Apoteker dalam Penggunaan Sistem Informasi Tuberkulosis (SITB) untuk mendukung Keberhasilan Terapi Pasien Tuberkulosis di Puskesmas

    Thumbnail
    View/Open
    23924006.pdf (4.204Mb)
    Date
    2026
    Author
    Ariyani
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Tuberkulosis (TB) masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di Kota Pagar Alam, Sumatera Selatan, dengan kasus TB yang melebihi target eliminasi nasional. Sistem Informasi Tuberkulosis (SITB) di puskesmas seharusnya berperan strategis dalam pencatatan dan pelaporan TB, namun pemanfaatannya belum optimal, khususnya terkait keterlibatan apoteker dalam pengelolaan logistik obat dan pemantauan terapi. Ketidakoptimalan ini dipengaruhi oleh kurangnya kolaborasi lintas profesi, ketiadaan kebijakan formal, serta keterbatasan pelatihan dan dukungan anggaran. Padahal, peran apoteker penting untuk meningkatkan akurasi data, efektivitas pengelolaan obat, dan mutu pelayanan TB di puskesmas. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi peran apoteker dalam SITB di puskesmas, mengidentifikasi hambatan yang dihadapi, dan menganalisis dampak rendahnya penggunaan SITB terhadap pengelolaan obat dan pelayanan pasien TB. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi lapangan, wawancara mendalam dan Focus Group Discussion (FGD) dengan pengelola SITB di Dinas Kesehatan, apoteker, pengelola program TB, dan kepala puskesmas. Validitas data dijamin melalui triangulasi sumber, transferabilitas, dependabilitas, dan konfirmabilitas. Analisis data mengikuti model interaktif Miles dan Huberman Hasil penelitian menunjukkan bahwa potensi apoteker dalam pemanfaatan SITB di puskesmas belum terintegrasi optimal. Hambatan meliputi aspek human (pelatihan terbatas, beban kerja tinggi), organisasi dan manajemen (koordinasi dan dukungan manajemen minim), teknologi dan infrasruktur (perangkat dan jaringan terbatas). Kondisi ini berdampak pada pengelolaan stok obat yang kurang efisien, pelaporan yang tidak optimal, dan pengambilan keputusan yang belum sepenuhnya berbasis data. Penelitian ini menyimpulkan bahwa optimalisasi peran apoteker dan efektivitas SITB memerlukan kebijakan formal, peningkatan kompetensi dan jumlah SDM, pelatihan berkelanjutan, integrasi sistem, dukungan infrastruktur, kolaborasi lintas profesi, evaluasi rutin, dan insentif, untuk mendukung keberhasilan program TB di puskesmas.
    URI
    dspace.uii.ac.id/123456789/62365
    Collections
    • Master of Pharmacy [35]

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV