Show simple item record

dc.contributor.authorM.H., Gifara Dzikry
dc.date.accessioned2026-05-09T04:43:47Z
dc.date.available2026-05-09T04:43:47Z
dc.date.issued2025
dc.identifier.uridspace.uii.ac.id/123456789/62306
dc.description.abstractKawasan Desa Sukaraharja, Cianjur, Jawa Barat, memiliki kondisi topografi lereng yang rentan terhadap keruntuhan, yang dipicu oleh curah hujan tinggi, dan terbukti telah menyebabkan bencana longsor yang mengganggu akses vital serta keselamatan warga. Berdasarkan hasil analisis awal yang menunjukkan bahwa nilai Safety Factor (SF) lereng eksisting berada di bawah batas aman yang disyaratkan (SF < 1,5), penelitian ini bertujuan untuk menganalisis stabilitas lereng dan merencanakan solusi perkuatan yang efektif. Fokus utama studi adalah membandingkan efektivitas struktural dua jenis Dinding Penahan Tanah (DPT) yaitu gravity wall dan cantilever wall. Metode penelitian yang digunakan adalah analisis stabilitas lereng secara komprehensif dengan mengintegrasikan data parameter tanah aktual yang diperoleh dari pengambilan sampel lapangan dan laboratorium, termasuk klasifikasi tanah (ML dan OH) serta parameter kuat geser tanah. Analisis stabilitas dilakukan menggunakan dua pendekatan, yaitu metode Fellenius dan metode Elemen Hingga (Finite Element Method) dengan perangkat lunak PLAXIS 2D V21. Evaluasi perkuatan dilakukan secara detail, mencakup pemeriksaan stabilitas eksternal, internal dan stabilitas global, diuji pada dua kondisi pembebanan yaitu, tanpa beban gempa dan dengan mempertimbangkan beban gempa pseudo-statik. Hasil analisis lereng eksisting dikategorikan tidak aman dengan nilai SF sebesar 1,111 (Fellenius) dan 1,057 (PLAXIS 2D V21). Setelah penerapan perkuatan, stabilitas meningkat signifikan melampaui batas aman minimum yang disyaratkan. Untuk kondisi tanpa beban gempa, perkuatan gravity wall berhasil menaikkan SF menjadi 2,288, sementara cantilever wall memberikan nilai, yaitu SF 2,157. Meskipun pada kondisi dengan beban gempa kedua struktur menunjukkan nilai SF yang mendekati batas kritis (SF gravity wall = 1,295 dan SF cantilever wall = 1,310), gravity wall dan cantilever wall direkomendasikan sebagai pilihan perkuatan yang efektif dan efisien untuk penanganan risiko longsor di Desa Sukaraharja karena keduanya telah memenuhi persyaratan stabilitas sesuai dengan SNI 8460:2017.en_US
dc.subjectDinding Penahan Tanahen_US
dc.subjectSafety Factoren_US
dc.subjectStabilitas Lerengen_US
dc.subjectLerengen_US
dc.subjectPLAXIS 2Den_US
dc.titleAnalisis Stabilitas Lereng dengan Perkuatan Gravity Wall dan Cantilever Wall di Desa Sukaraharja, Cianjur, Jawa Baraten_US
dc.typeThesisen_US
dc.Identifier.NIM21511033


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record