Show simple item record

dc.contributor.authorCahyaningrum, Regita
dc.date.accessioned2026-05-09T02:28:55Z
dc.date.available2026-05-09T02:28:55Z
dc.date.issued2026
dc.identifier.uridspace.uii.ac.id/123456789/62263
dc.description.abstractAnilin merupakan salah satu bahan kimia yang saat ini banyak dimanfaatkan dalam bidang industri. Selain sektor industri kimia, anilin juga berperan penting dalam sektor lain seperti pertanian dan farmasi. Didirikannya pabrik anilin menjadi salah satu langkah strategis untuk meningkatkan pendapatan negara dan mengurangi ketergantungan impor. Pra-rancangan pabrik anilin dengan kapasitas 21.000 ton/tahun ini direncanakan akan dibangun di Kecamatan Jeru, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, di atas lahan sebesar 53.136 m2. Pabrik ini akan beroperasi pada tahun 2030 dengan 330 hari kerja dalam satu tahun. Bahan baku yang digunakan adalah nitrobenzene dengan proses hidrogenasi. Proses hidrogenasi nitrobenzene menjadi anilin dilakukan dengan reaktor fixed bed dengan sistem fase uap. Nitrobenzene dialirkan ke dalam vaporizer untuk proses penguapan. Selanjutnya, uap nitrobenzene bersama dengan hidrogen dimasukkan ke dalam reaktor fixed bed yang mengandung katalis tembaga. Reaksi berlangsung pada tekanan 3 atm dan suhu 250 ̊C. Proses hidrogenasi nitrobenzene fase uap dipilih karena memiliki beberapa keunggulan seperti proses yang lebih sederhana, menghasilkan yield yang lebih tinggi yaitu sebesar 98%, serta bahan yang digunakan lebih sedikit dan lebih ekonomis. Bahan baku yang diperlukan adalah hidrogen sebesar 362,923 kg/jam, nitrobenzena 3.719,9613 kg/jam, benzena 3,7237 kg/jam, dan produk utama anilin sebesar 2.651,51 kg/jam. Kebutuhan utilitas air pendingin sebesar 209.795,1 kg/jam dan air pembuat steam sebesar 6.308,979 kg/jam. Kebutuhan pasokan listrik 7.545,7 kW, udara tekanan 2m3 /jam, kebutuhan bahan bakar boiler menggunakan fuel oil sebesar 433,53 liter/jam, bahan bakar generator menggunakan solar sebesar 11.944,81 liter/tahun. Kelayakan pendirian pabrik kimia di Indonesia memiliki beberapa parameter yang telah diperhitungkan. Berdasarkan tinjauan konidisi operasi dan sifat-sifat bahan baku yang terlibat di dalam operasi, maka pabrik anilin ini tergolong sebagai pabrik beresiko rendah (low risk). Analisa ekonomi pabrik anilin menunjukan jumlah Fixed Capital Investment sebesar Rp. 905.134.058.000,-, jumlah Working Capital sebesar Rp. 230.067.746.000,- dengan keuntungan sebelum pajak sebesar Rp. 863.228.588.000,- dan keuntungan setelah pajak sebesar Rp. 673.318.299.000,-. Nilai Return On Investment (ROI) sebelum pajak sebesar 25% dan Return On Investment (ROI) setelah pajak sebesar 19%. Pay Out Time (POT) sebelum pajak 2.9 tahun dan Pay Out Time (POT) setelah pajak 3.4 tahun. Break Even Point (BEP) pada 44,9% dan Shut Down Point (SDP) pada 18,49%. Berdasarkan Analisa ekonomi tersebut dapat disimpulkan bahwa pabrik anilin ini layak didirikan.en_US
dc.subjectAnalisa Kelayakan Pabrik,en_US
dc.subjectAnilinen_US
dc.subjectBenzene,en_US
dc.subjectHidrogenasi,en_US
dc.subjectNitrobenzeneen_US
dc.titlePra Rancangan Pabrik Anilin dari Nitrobenzene dengan Kapasitas 21.000 Ton/tahunen_US
dc.typeThesisen_US
dc.Identifier.NIM20521153


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record