Pra Rancangan Pabrik Anilin dari Nitrobenzene dengan Kapasitas 21.000 Ton/tahun
Abstract
Anilin merupakan salah satu bahan kimia yang saat ini banyak
dimanfaatkan dalam bidang industri. Selain sektor industri kimia, anilin juga
berperan penting dalam sektor lain seperti pertanian dan farmasi. Didirikannya
pabrik anilin menjadi salah satu langkah strategis untuk meningkatkan pendapatan
negara dan mengurangi ketergantungan impor. Pra-rancangan pabrik anilin dengan
kapasitas 21.000 ton/tahun ini direncanakan akan dibangun di Kecamatan Jeru,
Kabupaten Tuban, Jawa Timur, di atas lahan sebesar 53.136 m2. Pabrik ini akan
beroperasi pada tahun 2030 dengan 330 hari kerja dalam satu tahun. Bahan baku
yang digunakan adalah nitrobenzene dengan proses hidrogenasi. Proses hidrogenasi
nitrobenzene menjadi anilin dilakukan dengan reaktor fixed bed dengan sistem fase
uap. Nitrobenzene dialirkan ke dalam vaporizer untuk proses penguapan.
Selanjutnya, uap nitrobenzene bersama dengan hidrogen dimasukkan ke dalam
reaktor fixed bed yang mengandung katalis tembaga. Reaksi berlangsung pada
tekanan 3 atm dan suhu 250 ̊C. Proses hidrogenasi nitrobenzene fase uap dipilih
karena memiliki beberapa keunggulan seperti proses yang lebih sederhana,
menghasilkan yield yang lebih tinggi yaitu sebesar 98%, serta bahan yang
digunakan lebih sedikit dan lebih ekonomis. Bahan baku yang diperlukan adalah
hidrogen sebesar 362,923 kg/jam, nitrobenzena 3.719,9613 kg/jam, benzena 3,7237
kg/jam, dan produk utama anilin sebesar 2.651,51 kg/jam. Kebutuhan utilitas air
pendingin sebesar 209.795,1 kg/jam dan air pembuat steam sebesar 6.308,979
kg/jam. Kebutuhan pasokan listrik 7.545,7 kW, udara tekanan 2m3
/jam, kebutuhan
bahan bakar boiler menggunakan fuel oil sebesar 433,53 liter/jam, bahan bakar
generator menggunakan solar sebesar 11.944,81 liter/tahun. Kelayakan pendirian
pabrik kimia di Indonesia memiliki beberapa parameter yang telah diperhitungkan.
Berdasarkan tinjauan konidisi operasi dan sifat-sifat bahan baku yang terlibat di
dalam operasi, maka pabrik anilin ini tergolong sebagai pabrik beresiko rendah (low
risk). Analisa ekonomi pabrik anilin menunjukan jumlah Fixed Capital Investment
sebesar Rp. 905.134.058.000,-, jumlah Working Capital sebesar Rp.
230.067.746.000,- dengan keuntungan sebelum pajak sebesar Rp.
863.228.588.000,- dan keuntungan setelah pajak sebesar Rp. 673.318.299.000,-.
Nilai Return On Investment (ROI) sebelum pajak sebesar 25% dan Return On
Investment (ROI) setelah pajak sebesar 19%. Pay Out Time (POT) sebelum pajak
2.9 tahun dan Pay Out Time (POT) setelah pajak 3.4 tahun. Break Even Point (BEP)
pada 44,9% dan Shut Down Point (SDP) pada 18,49%. Berdasarkan Analisa
ekonomi tersebut dapat disimpulkan bahwa pabrik anilin ini layak didirikan.
Collections
- Chemical Engineering [1336]
