Show simple item record

dc.contributor.authorDewantari, Nimaz Azzahra
dc.date.accessioned2026-05-09T01:50:36Z
dc.date.available2026-05-09T01:50:36Z
dc.date.issued2026
dc.identifier.uridspace.uii.ac.id/123456789/62255
dc.description.abstractKetersediaan air merupakan aspek penting dalam pengelolaan sumber daya air untuk menunjang kebutuhan manusia seperti irigasi, air konsumsi, perikanan dan lain-lain. Penelitian ini menganalisis debit ketersediaan air di Sungai Citanduy, khususnya pada outlet Bendung Manganti, dengan dua metode yaitu NRECA dan FJ Mock, membandingkan hasil keduanya terhadap debit observasi periode 2014–2024. Penelitian ini bertujuan mengetahui kinerja metode NRECA dan FJ Mock dalam membangkitkan debit sungai berdasarkan data curah hujan tenhgah bulanan selama periode 2014–2024. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis ketersediaan air berdasarkan data hidrologi dan klimatologi dengan menggunakan dua metode perhitungan debit, yaitu metode NRECA dan FJ Mock. Data yang digunakan meliputi data klimatologi dari Stasiun Majenang (2014–2024), data curah hujan dari dua stasiun yaitu Stasiun Majenang dan Stasiun Cisayong, data debit observasi periode 2014–2024, pemetaan Daerah Tangkapan Air (DTA). Tahapan penelitian diawali dengan studi pustaka untuk memperoleh landasan teori dan metode yang relevan, kemudian dilanjutkan dengan pengumpulan data yang diperlukan. Analisis debit dilakukan menggunakan kedua metode tersebut untuk memperoleh debit simulasi dengan dua pendekatan kalibrasi, yaitu kalibrasi per tahun dan kalibrasi awal tahun. Hasil debit simulasi selanjutnya dibandingkan dengan data debit observasi untuk menilai tingkat kesesuaian masing-masing metode terhadap kondisi sebenarnya. Hasil analisis debit ketersediaan air di Bendung Manganti menunjukkan bahwa kedua metode, NRECA dan FJ Mock, memiliki kinerja yang sangat baik dalam merepresentasikan debit observasi. Pada kalibrasi per tahun, metode NRECA mencapai nilai Nash-Sutcliffe Efficiency (NSE) sebesar 0,99, koefisien korelasi 0,77, dan kesalahan relatif –0,02%, menunjukkan hasil simulasi yang stabil, akurat, dan hampir sama dengan kondisi debit observasi. Metode FJ Mock pada kalibrasi per tahun juga menunjukkan NSE 0,97, koefisien korelasi 0,73, dan kesalahan relatif 0,12%, dengan kemampuan yang lebih adaptif dalam menangkap variasi debit, terutama puncak debit saat hujan tinggi. Pada kalibrasi awal tahun, nilai NSE sedikit menurun menjadi 0,95 untuk NRECA dan 0,95 untuk FJ Mock, namun koefisien korelasi meningkat masing-masing menjadi 0,82 dan 0,81, menandakan hubungan linear yang lebih kuat antara debit simulasi dan observasi. Secara keseluruhan, metode FJ Mock dengan kalibrasi awal tahun dinilai paling representatif dan efisien untuk membangkitkan debit ketersediaan air di Bendung Manganti karena mampu menyeimbangkan akurasi dan respon dinamis terhadap fluktuasi hidrologi.en_US
dc.subjectDebit Sungaien_US
dc.subjectNrecaen_US
dc.subjectFj Mocken_US
dc.subjectKalibrasi Awal Tahunen_US
dc.subjectKalibrasi Pertahunen_US
dc.titleAnalisis Perbandingan Metode Nreca dan Fj Mock dalam Kajian Analisis Ketersediaan Air pada Sungai Citanduy dengan Outlet Bendung Manganti (Comparative Analysis of the Nreca and Fj Mock Methods in Assessing Water Availability in the Citanduy River With the Manganti Weir Outlet)en_US
dc.typeThesisen_US
dc.Identifier.NIM21511071


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record