Analisis Perbandingan Metode Nreca dan Fj Mock dalam Kajian Analisis Ketersediaan Air pada Sungai Citanduy dengan Outlet Bendung Manganti (Comparative Analysis of the Nreca and Fj Mock Methods in Assessing Water Availability in the Citanduy River With the Manganti Weir Outlet)
Abstract
Ketersediaan air merupakan aspek penting dalam pengelolaan sumber daya air untuk
menunjang kebutuhan manusia seperti irigasi, air konsumsi, perikanan dan lain-lain. Penelitian ini
menganalisis debit ketersediaan air di Sungai Citanduy, khususnya pada outlet Bendung Manganti,
dengan dua metode yaitu NRECA dan FJ Mock, membandingkan hasil keduanya terhadap debit
observasi periode 2014–2024. Penelitian ini bertujuan mengetahui kinerja metode NRECA dan FJ
Mock dalam membangkitkan debit sungai berdasarkan data curah hujan tenhgah bulanan selama
periode 2014–2024.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis ketersediaan air berdasarkan data hidrologi dan
klimatologi dengan menggunakan dua metode perhitungan debit, yaitu metode NRECA dan FJ
Mock. Data yang digunakan meliputi data klimatologi dari Stasiun Majenang (2014–2024), data
curah hujan dari dua stasiun yaitu Stasiun Majenang dan Stasiun Cisayong, data debit observasi
periode 2014–2024, pemetaan Daerah Tangkapan Air (DTA). Tahapan penelitian diawali dengan
studi pustaka untuk memperoleh landasan teori dan metode yang relevan, kemudian dilanjutkan
dengan pengumpulan data yang diperlukan. Analisis debit dilakukan menggunakan kedua metode
tersebut untuk memperoleh debit simulasi dengan dua pendekatan kalibrasi, yaitu kalibrasi per tahun
dan kalibrasi awal tahun. Hasil debit simulasi selanjutnya dibandingkan dengan data debit observasi
untuk menilai tingkat kesesuaian masing-masing metode terhadap kondisi sebenarnya.
Hasil analisis debit ketersediaan air di Bendung Manganti menunjukkan bahwa kedua
metode, NRECA dan FJ Mock, memiliki kinerja yang sangat baik dalam merepresentasikan debit
observasi. Pada kalibrasi per tahun, metode NRECA mencapai nilai Nash-Sutcliffe Efficiency (NSE)
sebesar 0,99, koefisien korelasi 0,77, dan kesalahan relatif –0,02%, menunjukkan hasil simulasi
yang stabil, akurat, dan hampir sama dengan kondisi debit observasi. Metode FJ Mock pada kalibrasi
per tahun juga menunjukkan NSE 0,97, koefisien korelasi 0,73, dan kesalahan relatif 0,12%, dengan
kemampuan yang lebih adaptif dalam menangkap variasi debit, terutama puncak debit saat hujan
tinggi. Pada kalibrasi awal tahun, nilai NSE sedikit menurun menjadi 0,95 untuk NRECA dan 0,95
untuk FJ Mock, namun koefisien korelasi meningkat masing-masing menjadi 0,82 dan 0,81,
menandakan hubungan linear yang lebih kuat antara debit simulasi dan observasi. Secara
keseluruhan, metode FJ Mock dengan kalibrasi awal tahun dinilai paling representatif dan efisien
untuk membangkitkan debit ketersediaan air di Bendung Manganti karena mampu menyeimbangkan
akurasi dan respon dinamis terhadap fluktuasi hidrologi.
Collections
- Civil Engineering [4758]
