| dc.description.abstract | Pertumbuhan ekonomi merupakan indikator penting dalam menilai keberhasilan
pembangunan suatu daerah. Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (D.I. Yogyakarta)
memiliki karakteristik khusus dalam struktur perekonomiannya, baik dari sisi fiskal,
investasi, maupun ketenagakerjaan, termasuk adanya Dana Keistimewaan sebagai
bentuk kewenangan khusus daerah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis
perkembangan serta pengaruh Pendapatan Asli Daerah (PAD), Transfer ke Daerah
dan Dana Desa (TKDD), Dana Keistimewaan (DAIS), Penanaman Modal Dalam
Negeri (PMDN), Penanaman Modal Asing (PMA), dan jumlah tenaga kerja terhadap
pertumbuhan ekonomi di Provinsi D.I. Yogyakarta selama periode 2015–2024.
Penelitian ini menggunakan data sekunder berupa data panel lima
kabupaten/kota di Provinsi D.I. Yogyakarta yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik
(BPS) dan Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan (DJPK). Metode analisis yang
digunakan adalah regresi linear berganda dengan pendekatan data panel. Pemilihan
model estimasi dilakukan melalui uji Chow, uji Hausman, dan uji Lagrange Multiplier
(LM), yang menunjukkan bahwa model terbaik adalah Common Effect Model. Selanjutnya,
pengujian hipotesis dilakukan melalui uji F, uji t, dan koefisien determinasi (R2).
Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara simultan PAD, TKDD, DAIS,
PMDN, PMA, dan jumlah tenaga kerja berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan
ekonomi di Provinsi D.I. Yogyakarta. Secara parsial, beberapa variabel menunjukkan
pengaruh signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi, sementara variabel lainnya
belum menunjukkan pengaruh yang signifikan. Temuan ini mengindikasikan bahwa
pertumbuhan ekonomi di Provinsi D.I. Yogyakarta tidak hanya dipengaruhi oleh
kapasitas fiskal daerah, tetapi juga oleh investasi dan kualitas tenaga kerja. Oleh karena
itu, diperlukan kebijakan pembangunan yang terintegrasi dan berkelanjutan guna
mendorong pertumbuhan ekonomi yang merata di seluruh Provinsi D.I. Yogyakarta. | en_US |