Show simple item record

dc.contributor.authorAisa, Dewi
dc.date.accessioned2026-05-08T03:09:22Z
dc.date.available2026-05-08T03:09:22Z
dc.date.issued2017
dc.identifier.urihttps://dspace.uii.ac.id/123456789/62215
dc.description.abstractPenyusunan skripsi ini diawali karena melihat kondisi sosial terkait dengan pacaran yang sudah membudaya, sehingga banyak akibat buruk akibat pacaran, dan peneliti melihat beberapa orang yang masih bertahan dengan konsep diri untuk tidak pacaran. Selanjutnya dimulai prihatin akibat pacaran dan rasa kagum kepada mereka yang masih bertahan dengan konsep diri tidak pacaran, penulis mencoba mengungkap secara mendalam bagaimana pola asuh islami yang diterapkan orang tua terhadap anak yang memiliki konsep diri untuk tidak pacaran. Pola asuh orang tua sangat penting untuk diperhatikan dalam membimbing dan mendidik anak-anaknya, keberadaannya merupakan bagian yang integral dalam pembentukan konsep diri anak tidak pacaran sebelum hal buruk akibat pacaran menimpa anaknya. Penulis mencoba meneliti pola asuh islami dalam pembentukan konsep diri anak di Yogyakarta dengan tujuan Mendeskripsikan dan menganalisis bagaimana pola asuh dari orang tua untuk membentuk ta‟aruf islami. Penelitian ini jenis penelitian lapangan karena informasi yang dikumpulkan dari lapangan dengan wawancara. Penelitian ini bersifat deskriptif kualitatif. Metode penelitian kualitatif adalah metode penelitian yang berlandaskan pada filsafat postpositivisme, digunakan untuk meneliti pada kondisi obyek yang alamiah, (sebagai lawannya adalah eksperimen) dimana peneliti adalah sebagai instrument kunci, pengambilan sampel sumber data dilakukan secara purposive, teknik pengumpulan data trianggulasi (gabungan) dari observasi, wawancara, dokumentasi, analisis data bersifat induktif/kualitatif, dan hasil penelitian kualitatif lebih menekankan makna dari pada generalisasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa di Yogyakarta terdapat pola asuh yang bervariatif dalam membentuk konsep diri anak tidak pacaran, terkadang menerapkan pola asuh yang demokrasi atau “otorikratis”. Orang tua bertanggung jawab memberikan yang terbaik untuk anaknya menjadi lebih baik dengan menanamkan nilai-nilai keislaman.en_US
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectpola asuh Islami,en_US
dc.subjectkonsep diri,en_US
dc.subjectpacaran,en_US
dc.titlePola Asuh untuk Membentuk Ta’aruf Islami di Yogyakartaen_US
dc.typeThesisen_US
dc.Identifier.NIM13422049


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record