Show simple item record

dc.contributor.authorFatah, Faishal Ridwana
dc.date.accessioned2026-05-08T02:54:03Z
dc.date.available2026-05-08T02:54:03Z
dc.date.issued2025
dc.identifier.uridspace.uii.ac.id/123456789/62206
dc.description.abstractperlindungan hukum anak akibat pencabutan kekuasaan orang tua melalui studi Putusan Pengadilan Agama Sleman Nomor 97/Pdt.P/2024/PA.Smn. Latar belakang masalah berfokus pada kelalaian orang tua yang mengancam kesejahteraan anak pasca-perceraian. Dengan metode yuridis normatif yang didukung wawancara hakim, penelitian mengevaluasi mekanisme hukum dalam menjamin hak-hak anak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pencabutan kekuasaan orang tua bukan merupakan hukuman bagi orang tua, melainkan upaya hukum darurat demi menjaga kepentingan terbaik anak (the best interests of the child). Perlindungan hukum diwujudkan melalui penetapan wali yang kompeten serta pelibatan keluarga dan lembaga terkait untuk memastikan hak asuh dan tumbuh kembang anak tetap terpenuhi secara optimal. Simpulannya, pengadilan berperan krusial dalam memberikan kepastian hukum dan perlindungan bagi anak yang kehilangan fungsi pengasuhan dari orang tua kandungnya agar masa depan mereka tetap terjamin sesuai norma hukum dan agama.en_US
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectPerlindungan Hukum Anaken_US
dc.subjectPencabutan Kekuasaan Orang Tuaen_US
dc.subjectPutusan Pengadilan Agamaen_US
dc.titlePerlindungan Hukum Terhadap Anak yang Orang Tuanya dicabut Kekuasaannya Oleh Lembaga Peradilan (Studi Kasus Putusan Nomor 97/Pdt.p/2024/PA.Smn.)en_US
dc.typeThesisen_US
dc.Identifier.NIM20410089


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record