Show simple item record

dc.contributor.authorRahmadani, Saleha Rezeki
dc.date.accessioned2026-05-08T02:00:57Z
dc.date.available2026-05-08T02:00:57Z
dc.date.issued2025
dc.identifier.uridspace.uii.ac.id/123456789/62185
dc.description.abstractPenelitian ini mengkaji proses adopsi Undang-Undang Perlindungan Hak Hewan di Turki yang melibatkan interaksi antara norma internasional, khususnya dari Uni Eropa, dan konteks lokal Turki. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun Turki telah melakukan upaya signifikan untuk menyelaraskan kebijakan domestik dengan standar internasional, seperti disahkannya Undang-Undang No. 5199 pada tahun 2004 dan revisinya pada 2021 dan 2024, implementasi norma- norma tersebut tetap menghadapi tantangan. Beberapa tantangan utama mencakup ketidaksesuaian dengan realitas sosial, resistensi budaya, dan pengawasan yang lemah. Proses norm localization yang dijelaskan oleh Acharya terlihat jelas, di mana norma kesejahteraan hewan dari Uni Eropa diadaptasi secara selektif untuk memenuhi kebutuhan domestik. Meskipun ada kemajuan, seperti penguatan sanksi pidana dan pengakuan terhadap hewan sebagai makhluk hidup yang berhak dilindungi, kebijakan kontroversial seperti euthanasia bagi hewan liar masih menjadi topik yang bertentangan dengan pendekatan lebih humanis yang diterapkan di Uni Eropa. Oleh karena itu, meskipun terdapat kemajuan, implementasi kebijakan perlindungan hak hewan di Turki memerlukan penyesuaian lebih lanjut untuk mencapai keselarasan penuh dengan standar internasional.en_US
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectPerlindungan Hak Hewanen_US
dc.subjectNorm Localizationen_US
dc.subjectUni Eropaen_US
dc.subjectTurkien_US
dc.subjectImplementasi Kebijakanen_US
dc.subjectEuthanasiaen_US
dc.titleLokalisasi Undang - Undang Hak Hewan Turki No.5199 dari Kerangka Direktif 98/58/EC Uni Eropaen_US
dc.typeThesisen_US
dc.Identifier.NIM21323230


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record