• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Law
    • Law
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Law
    • Law
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    Perlindungan Hukum Terhadap Anak Sebagai Pelaku Tindak Pidana yang Korbannya Adalah Juga Seorang Anak

    Thumbnail
    View/Open
    20410739.pdf (1.132Mb)
    20410739 Bab 1.pdf (223.5Kb)
    20410739 Daftar Pustaka.pdf (73.79Kb)
    Date
    2025
    Author
    Prasetyo, Zainal Eko
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Penelitian ini membahas perlindungan hukum terhadap anak sebagai pelaku dan anak sebagai korban tindak pidana dalam kerangka Sistem Peradilan Pidana Anak di Indonesia. Fokus utama kajian adalah bagaimana kedua kelompok, baik pelaku maupun korban mendapatkan perlindungan hukum secara proporsional sesuai dengan prinsip kepentingan terbaik bagi anak, sebagaimana diatur dalam Undang- Undang Nomor 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak dan Undang- Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak. Melalui analisis normatif terhadap ketentuan hukum dan sejumlah putusan pengadilan, penelitian ini menunjukkan bahwa perlindungan terhadap anak pelaku menitikberatkan pada pendekatan rehabilitatif melalui diversi, keadilan restoratif, pembatasan jenis pidana, serta jaminan perlakuan manusiawi. Sementara itu, perlindungan terhadap anak korban mencakup hak atas rasa aman, kerahasiaan identitas, pemulihan fisik dan psikologis, pendampingan, serta akses terhadap restitusi dan kompensasi. Hasil kajian mengungkap bahwa penerapan perlindungan hukum dalam praktik sering menghadapi tantangan, terutama ketika hak anak pelaku harus diseimbangkan dengan hak anak korban. Pada beberapa putusan, keselarasan kedua perlindungan dapat dicapai melalui pendekatan restoratif; namun pada kasus lain, penjatuhan pidana penjara masih terjadi sehingga memunculkan ketidakkonsistenan antara norma dan praktik. Dengan demikian, penelitian ini menegaskan pentingnya harmonisasi antara kedua undang-undang untuk memastikan proses peradilan yang lebih humanis, adil, dan proporsional bagi kedua belah pihak.
    URI
    dspace.uii.ac.id/123456789/62158
    Collections
    • Law [3442]

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV