• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Law
    • Law
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Law
    • Law
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    Implementasi Kewenangan Pemerintah Daerah Dalam Pengawasan Kepatuhan Pembayaran Pajak Hiburan Konser Musik di Kabupaten Sleman

    Thumbnail
    View/Open
    21410532.pdf (2.072Mb)
    21410532 Bab 1.pdf (276.5Kb)
    21410532 Daftar Pustaka.pdf (185.7Kb)
    Date
    2025
    Author
    Sharrla, Fidecia Masayu
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi kewenangan Pemerintah Kabupaten Sleman dalam pengawasan kepatuhan pembayaran pajak hiburan pada penyelenggaraan konser musik. Pajak hiburan merupakan salah satu komponen penting Pendapatan Asli Daerah (PAD), dengan metode self-assessment yang diatur dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2022 tentang Hubungan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Daerah (UU HKPD). Kabupaten Sleman memiliki dinamika sektor hiburan yang kuat dengan banyaknya konser berskala nasional maupun internasional, namun hasil pra-penelitian menunjukkan adanya potensi ketidakpatuhan seperti manipulasi pelaporan tiket, penghindaran pajak melalui penyamaran kegiatan, serta ketidakterbukaan jumlah tiket terjual. Penelitian ini menggunakan metode yuridis empiris untuk menilai pelaksanaan pengawasan, melalui wawancara kepada Dinas BPKAD Kabupaten Sleman dan 3 Promotor Konser, serta analisis dokumen terkait prosedur pelaporan, porporasi tiket, dan mekanisme pengawasan di lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pemerintah Kabupaten Sleman telah menerapkan pengawasan preventif melalui pemantauan langsung, namun pada pengawasan represif mengenai penerapan sanksi administratif berupa sanksi 1% dari hutang pajak sesuai Perda Nomor 7 Tahun 2023 belum dilakukan. Meskipun tingkat kepatuhan promotor dinilai relatif tinggi, masih terdapat kendala berupa keterbatasan SDM pengawas, koordinasi antar instansi kepolisian dan juga dinas pariwisata, dan lemahnya transparansi laporan tiket. Penelitian ini merekomendasikan penguatan digitalisasi pelaporan, integrasi sistem perizinan dengan verifikasi pajak, serta audit rutin untuk mencegah kebocoran PAD. Temuan ini diharapkan berkontribusi pada peningkatan tata kelola pajak daerah berbasis akuntabilitas dan kepastian hukum.
    URI
    dspace.uii.ac.id/123456789/62113
    Collections
    • Law [3448]

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV