Show simple item record

dc.contributor.authorPamikatsih, Mutia
dc.date.accessioned2026-05-06T05:40:12Z
dc.date.available2026-05-06T05:40:12Z
dc.date.issued2025
dc.identifier.uridspace.uii.ac.id/123456789/62098
dc.description.abstractPenelitian ini menganalisis dinamika daya saing, efisiensi, dan stabilitas pada Bank Perekonomian Rakyat Syariah (BPRS) di Indonesia. Tujuan penelitian ini adalah menguji validitas model Structure-Conduct-Performance (SCP), Efficiency-Risk Hypothesis (ERH), serta implikasinya terhadap pemenuhan Hifz al- Mal (Pemeliharaan Harta) dalam kerangka Maqasid Syariah. Metode kuantitatif regresi panel statis, dimoderasi oleh karakteristik BPRS (Kepemilikan, Ukuran, dan Lokasi), digunakan untuk menganalisis 154 BPRS dari tahun 2015 hingga 2023. Efisiensi diukur menggunakan Data Envelopment Analysis (DEA), daya saing dengan Indeks Lerner, dan stabilitas dengan Z-Score. Hasil penelitian agregat mengonfirmasi adanya trade-off Efficiency-Risk (Efisiensi -> Stabilitas Negatif), menegaskan dominasi ERH. Ini membuktikan adanya risk-shifting conduct di mana Itqan (profesionalisme/efisiensi) digunakan sebagai modal untuk agresivitas pembiayaan, yang secara mendasar merusak prinsip Ikhtiyat (kehati-hatian) dan Wiqayah. Kebaruan utama penelitian ini terletak pada penyediaan bukti empiris mengenai dualisme conduct BPRS, secara spesifik menunjukkan bagaimana Kepemilikan dan Ukuran bertindak sebagai moderator dominan yang menentukan apakah tekanan pasar mengarah pada stabilitas atau kerapuhan, yang diinterpretasikan melalui lensa Maqasid Syariah. Analisis komparatif mengungkapkan bahwa dampak Indeks Lerner dimoderasi secara tajam: Daya saing rendah (economic rents tinggi) memiliki pengaruh positif signifikan terhadap Efisiensi (mendukung SCP), terutama pada BPRS Swasta, menegaskan bahwa rents esensial untuk mendanai Itqan sebagai wujud Fastabiqul Khairat. Yang paling krusial, Daya saing rendah yang sama secara kuat meningkatkan Stabilitas pada BPRS Milik Pemerintah dan BPRS Besar (mendukung Franchise Value Theory dan Competition-Stability Hypothesis). Sebaliknya, daya saing tinggi memiliki efek negatif signifikan terhadap Stabilitas BPRS Kecil (mengonfirmasi Competition-Fragility Hypothesis). Penelitian ini menyimpulkan bahwa BPRS Swasta didominasi oleh risiko laba (melanggar Ikhtiyat), sementara BPRS Pemerintah didominasi oleh disiplin mandat (menjaga Hifz al-Mal). Oleh karena itu, regulasi harus bersifat diferensiasi, menuntut penegakan disiplin Ikhtiyat yang ketat, terutama melalui upaya konsolidasi yang terarah, untuk menjamin operasional BPRS yang adil dan sepenuhnya selaras dengan tujuan utama Maqasid Syariah.en_US
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectDaya Saingen_US
dc.subjectEfisiensien_US
dc.subjectStabilitasen_US
dc.subjectBPRSen_US
dc.subjectIndex lerneren_US
dc.titleDampak Daya Saing Terhadap Efisiensi dan Implikasinya pada Stabilitas Bank Perekonomian Rakyat Syariah (BPRS) di Indonesiaen_US
dc.typeThesisen_US
dc.Identifier.NIM22931016


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record